Puisi ku

Puisi ku

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 9, 2020
Belahan jiwaku Karya Rahmadhani fitri Semenjak kepergian mu aku hanya di temani sepi Canda tawamu terukir indah d kelopak mataku Engkau selalu mampu mengundang senyum ku Dalam sejuta kebahagiaan. Di saat waktu masih memihak kepada kita Kita saling bercengkrama tertawa Bahkan meneteskan air mata pun aku tak enggan Dengan linangan air mata aku memperhatikan mu Aku sangat bersyukur Allah begitu baik kepada ku telah mempertemukan kita Sayang.. Kini jarak terpaksa memisahkan kita Aku tidak pernah marah dengan waktu Karena aku yakin waktu hanya mengajarkan kita untuk saling menghargai Saling menjaga rasa rindu meskipun kita tidak berada di tempat yang sama Sayang.. Mungkin saat ini aku hanya bisa mengingatmu dalam doa Dan berharap engkau kembali kepangkuan ku Kita akan bahgia selamanya Sayang.. Jangan pernah engkau teteskan rasa kecewa Jangan pernah engkau gorekan luka dalam hatiku Karena engkau adalah belahan jiwaku
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • SKY EARTH || SUDAH TERBIT
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Ini Hidupku
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • KHALISA🖤
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Your Beautiful Eyes (END)

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido