Puisi ku

Puisi ku

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2020
WpInfo
Poetry
Belahan jiwaku Karya Rahmadhani fitri Semenjak kepergian mu aku hanya di temani sepi Canda tawamu terukir indah d kelopak mataku Engkau selalu mampu mengundang senyum ku Dalam sejuta kebahagiaan. Di saat waktu masih memihak kepada kita Kita saling bercengkrama tertawa Bahkan meneteskan air mata pun aku tak enggan Dengan linangan air mata aku memperhatikan mu Aku sangat bersyukur Allah begitu baik kepada ku telah mempertemukan kita Sayang.. Kini jarak terpaksa memisahkan kita Aku tidak pernah marah dengan waktu Karena aku yakin waktu hanya mengajarkan kita untuk saling menghargai Saling menjaga rasa rindu meskipun kita tidak berada di tempat yang sama Sayang.. Mungkin saat ini aku hanya bisa mengingatmu dalam doa Dan berharap engkau kembali kepangkuan ku Kita akan bahgia selamanya Sayang.. Jangan pernah engkau teteskan rasa kecewa Jangan pernah engkau gorekan luka dalam hatiku Karena engkau adalah belahan jiwaku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Ini Hidupku
  • My Quuen is Bad Gril
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • SKY EARTH || SUDAH TERBIT

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines