We hebben onze Inhoudsrichtlijnen bijgewerkt.
Bekijk de nieuwste richtlijnen om veilig verhalen te blijven delen.
love poem

love poem

  • WpView
    reads 360
  • WpVote
    Stemmen 3
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, jan. 20, 2020
WpInfo
Poëzie
mendengar lewat tangisan, merasakan lewat kesakitan, melihat lewat luka, dan menyentuh lewah penderitaan.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • My Wish
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Semua Memukul (✅)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • poem
  • Rembulan Yang Sirna

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen