Titik Rindu( Hiatus)

Titik Rindu( Hiatus)

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 11, 2026
(On going) Kehidupan yang baik pastinya impian semua orang dan itu menjadi impian sang gadis remaja yang tengah menangis sambil menatap bulan di malam yang sunyi. --- Frisya menatap jendela kamarnya yang basah oleh gerimis. Di luar, dunia tampak kelam, mencerminkan hatinya yang penuh duka. Sejak di tinggal pergi seseorang yang sangat berarti dalam hidup nya dan tidak tahu kapan kembalinya, kehidupan frisya mulai berubah. Frisya tenggelam dalam kesedihan, meninggalkannya sendirian dalam sunyi. Setiap hari terasa dingin dan hampa, seolah kebahagiaan tak lagi memiliki tempat di hidupnya. --- " bulan kamu sangat indah sekali, aku jadi ingin seperti mu yang selalu bersinar walau di tengah kegelapan." ujar frisya yang sedang berdiam diri di taman sambil menatap bulan di langit. • • · Start : 23 Sept · End : -
All Rights Reserved
#244
kenangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tinta Luka [END]
  • Nestapa Hema  [SELESAI]
  • LENGKARA
  • Hope [END]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Rintik Hujan
  • Rakabumi (COMPLETED)

Duka tercipta setelah kebahagiaan sirna. Perubahan yang terpaksa karena adanya keadaan. Dia tidak mengambil kebahagiaannya, ini hanyalah sebuah amanah. Bukan tidak menerima. Tapi, menjadi sebuah trauma. Bukan tidak mendengar. Namun, mencoba untuk menghindar. Cukup pergilah dan semua kembali seperti semula.

More details
WpActionLinkContent Guidelines