Love Episode

Love Episode

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 10, 2020
Aku adalah gadis yang sangat susah untuk jatuh cinta. karena menurutku, cinta adalah hal sakral yang tak harus diumumkan bagai barang obral. Namun, ketika aku jatuh cinta, kisahku begitu rumit. Aku mencintai seseorang yang tak mengenalku, bahkan ia tak tau aku ada dibumi ini. Menunggu. mungkin itulah pokok cerita ini, namun, menunggu tak selamanya baik, adakalanya kita harus mengikhlaskan segalanya demi sang pencipta.
All Rights Reserved
#5
episode
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Mahligai Sunyi
  • Be Present and Stay
  • True Love?
  • Waiting [COMPLETE]
  • Zidan With Syakira
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • Sekali Lagi (End)
  • QODARULLAH
  • Pembimbing Surga

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines