Kamu tau? Dia menyebalkan...
Sangat menyebalkan.
Tetapi...
Aku rasa semesta tidak adil, kenapa begitu?
Karena aku pernah seputih canvas, sampai suatu saat semesta mengirimkan dia untukku. Yang memberi semua warna indah...
Dengan teganya...
Semesta merubahnya menjadi abu - abu.
Lalu kamu datang, sebagai pemberi warna baru.
Tapi...
Semakin kesini aku semakin sadar,
bahwa kamu menyempurnakan ruang kosong yang hinggap. Dia melengkapi.
---
Cerita tentang perjuangan cinta seorang Fiftha. Menghempaskan masa lalu yang selalu mengusik, mempertahankan hubungan yang sudah lama dijalankan dan mencoba untuk tidak di akhiri.
Dia seperti senja, datangnya membawa ketenangan dan perginya membawa sejuta kerinduan. Untukmu senjaku semoga kamu selalu ada sampai akhir mautku.
Bukan hanya senja yang indah dipenghujung sore yang bisa membuat aku menyukai keindahannya meskipun hanya sesaat, tetapi juga senyuman-mu yang mampu membuat duniaku terpana dan berhenti sekejap dan membuatku menyukaimu selama aku ada dibumi.
Bukan hanya untaian kata yang membuatku tergelimang perasaan, tetapi karena pembuktian yang mampu membuat aku percaya bahwa kamu mampu berjuang bukan hanya berbicara.
Sepanjang jalan kita lalui berkendara diatas motor berdua, sesekali aku tersenyum, betapa beruntungnya aku bisa berada dibelakangmu, aku percaya suatu saat nanti kita akan berjalan sejajar secara berdampingan dan kamu tidak pernah melepas genggaman tanganku.
"Aku suka ini" Adzwa
"Gak" Julian
"Kenapa? Aku suka ini?" Adzwa
"Gak boleh ada yang kamu suka, selain aku dan makanan!" Julian
[ALUR SEDANG DI PERBARUI AGAR RAPIH]
"Beause You!"