Uluran Tangan Kosong

Uluran Tangan Kosong

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 10, 2020
Lewat ini, aku tuturkan kata yang pernah dan tidak pernah terucap padamu. Lewat ini, sampah dan hal penting lainnya yang memenuhi isi kepalaku akan aku bebaskan. Kamu menerka ini tentangmu? Aku beri tahu, kamu disini bukan hanya tentangmu saja. Banyak kamu yang lain yang sudah hidup berdampingan denganku. Bukan hanya kamu saja, jangan salah sangka. -y 042020
All Rights Reserved
#344
words
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Segala Tentangmu ❝
  • Aksara Tak Bertuan
  • harapan yang pupus
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • TENTANG RASA
  • The Moon and The Star (Boys P.O.V)
  • {PERKATA} Selesai
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Just Remembrance!

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines