Angin,Hujan dan Rindu

Angin,Hujan dan Rindu

  • WpView
    LECTURAS 121
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 18, 2020
Prolog~ Angin meniup lembut untuk segera membawa terbang dari titipan sebuah rindu. Hingga turun sebuah air dari langit untuk jawaban dari sebuah doa yang ia ungkapan dalam barisan kata-kata untuk berharap sang Tuhan mendengarnya. Berdiri di tengah hujan dan merasakan sebuah kerinduan seperti turun Nya air hujan. Menari-nari bagaikan sosok yang baru saja memeluk pujaan hati Nya. Merasakan lembut Nya angin membuat dada Nya terasa sejuk, Karna angin telah membawa kan seluruh kerinduan Nya pada sang semesta. Memejamkan mata Nya agar rindu Nya terbawa terbang oleh angin dengan lembut Nya. Namun hingga kapan rindu Nya akan terpenuhi yang telah lama ia pendam sendirian?? Kuat kah jika rindu ini terus menahan beban untuk sebuah pertemuan?? Namun kuat kah hati ini jika sekian lama menahan rindu namun di balas dengan tusukan ribuan jarum dalam sekali pertemuan??
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kisah Dari Langit
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Behind the Silence
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Puing luka
  • (Bukan) Keluarga
  • DENIAL

Semesta bertasbih memuji keagungan Allah. Semesta bertasbih walaupun airin tidak tahu bagaimana caranya bertasbih. Tapi keyakinan itu selalu ada, bahwa semua yang ada di alam ini menyembah Allah, bergantung pada Allah. Setiap kisah dalam hidup ini adalah kisah tentang semesta yang tak berbatas. Tentang perasaan juga hati manusia. Tentang pikiran dan opini yang kadang tidak mau dikalahkan. Tentang ego yang kadang berada di tengah-tengah kita. Juga tentang manusia yang selalu ada menjawab setiap pertanyaan yang sudah lelah disembunyikan. Dia Airin. tidak punya bakat tapi punya hati tidak punya banyak materi tapi punya doa dia suka kalau malam, saat orang lain juga sedang ada di kamarnya membaca buku atau sekedar mengoperasikan alat komunikasi canggih yang bisa bikin manusia senyum-senyum sendiri. Juga mereka yang sedang berdoa meminta di mudahkan dalam menjalani hidup. Dia Airin. dia suka dengan cara semesta jadi wakil dari setiap perasaan yang gak bisa di sampai langsung. Angin yang berhembus serupa perasaannya Hujan yang tiba-tiba turun kalau sedang sedih Langit dengan warna berbeda pada waktu-waktu tertentu Dia Airin Kini percaya kalau tenang itu sangat dekat, kalau bahagia itu juga dekat. Dia percaya terima sama semua takdir Allah adalah jalan menuju keikhlasan dan ketenangan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido