ABASEMENT : Jenkai

ABASEMENT : Jenkai

  • WpView
    Reads 3,230
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2020
Kata orang hidup harus dinikmati. Tapi rasanya kehidupan ini adalah mimpi buruk sebelum jalan menuju akhirat. Terlahir sebagai anak yang tidak inginkan oleh siapapun sangat berat. Hanya sia sia gue hidup. - Jennie Jennie yang semasa hidupnya digantung oleh harapan harapan palsu membuat dia kehilangan arah saat mengetahui semua fakta yang mengerikan. Secercah harapan hadir saat Kai berada di sisinya, selalu menjaga dia. Namun apakah mereka akan tetap bersama? Start: 16 April 2020 ©2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LAST NIGHT WITH YOU - JENLISA [GXG]
  • Jodoh? [JenKai]
  • LOVE IS A CHOICE - JENLISA [G!P] ✓
  • Please Don't Hate Me | Good Bye Eonnie |
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • One Last Time
  • PARADIGMA

Jennie Caleste Eleanor Kim Lisa Alessandra De Luca Manoban Mereka berdua mantanan Minhyun Alexander Hwang tunangan jennie Jennie dan Lisa pernah saling mencintai. Hubungan mereka penuh gairah, canda, dan perdebatan kecil yang justru mempererat ikatan di antara mereka. Namun, ada satu hal yang membuat semuanya berantakan yaitu Lisa tidak bisa memberi kepastian. Jennie ingin hubungan yang serius, sementara Lisa selalu ragu. Setelah bertahun-tahun menunggu dan berharap, Jennie akhirnya menyerah. Dia memutuskan untuk menikah dengan pria yang bisa memberinya kepastian, meninggalkan semua kenangan dengan Lisa di masa lalu. Namun, di malam sebelum pernikahannya, Lisa muncul di depan pintunya dengan ekspresi penuh luka. "Bolehkah aku bersamamu untuk terakhir kalinya?" Malam itu, mereka berbagi kehangatan yang dulu pernah ada. Tidak ada janji, tidak ada masa depan hanya mereka dan waktu yang terus berjalan. Tapi apakah itu cukup untuk benar-benar menutup lembaran lama? Ataukah perasaan yang tertahan justru semakin menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines