Story cover for SEMICOLON by anotherauth
SEMICOLON
  • WpView
    LECTURAS 102
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 102
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado abr 10, 2020
Jadi sekarang kita sama sama lelah, sama sama ragu saat akan melangkah. Meskipun dekat, meskipun erat, meskipun saban hari saling menanyakan kabar. Aku tahu kamu bosan, aku pun sama. Tapi kita hanya tidak membesarkannya, berusaha untuk bilang tidak papa, berusaha untuk baik baik saja. Kita terlalu jatuh dalam rasa saling percaya dan harap harap yang menggantung.  Namun sejauh ini, kita memang masih baik, bukan? Menyangkal satu sama lain jika kita telah berubah. Aku tetap aku dan kamu tetap kamu, bukan? Kadang berusaha sangat mempertahankan ego lalu detik berikutnya berlomba lomba meminta maaf merasa diri kita paling salah. Itu lucu. Bagaimanapun juga jika akhirnya kita tidak sejalan dan kamu tidak mau melepasku, aku pun sama.

 .

Warning : this story just author's brain fart
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir SEMICOLON a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#25semicolon
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Terima kasih Imajinasi [end] de hafifarun
38 partes Concluida
Apa ini plagiat karya kalian I don't think so!! Ingat ya ini cuma karangan fiksi, jika kesamaan tempat dan alur cerita, mohon maaf saya tidak maksud meniru (15+) Hai tems, yuk pahami sekilas sebelum baca Tiap partnya sedang-sedang saja, cerita gak sepanjang itu dan gak sesingkat itu, normal-normal aja, menurut saya!!ಥ⌣ಥ(」゚ロ゚)」 SINOPSIS ★★★ Hidup di rantau hanya dengan seorang sepupu, bahkan sama-sama perempuan. Nama kakak sepupu Gua Yuni. Selain Kak Yuni, Gua juga punya sosok kakak yang ganteng alias kakak jadi-jadian selama di rantau, kerap disapa Kak Ari. Kak Ari sangat freindly menurut Gua, kadang kita musuhan kadang kita saling sayang kadang kita saling jahil. "Ini oleh-olehnya kok banyak amat Kak? Kak Ari ke pasar kuliner apa daki gunung nih?" "Banyak tanya kamu Gey." suara Kak Yuni tiba-tiba dari belakang bikin Gua ngelus dada. "Ih Kak Yuni, bikin jantungan mulu ya hari ini. Tiba-tiba teriak-teriak sekarang tiba-tiba muncul." ujar Gua masih kaget. ★★★ Meski di rantau Gua punya sahabat, Gua bukan tipe orang yang freindly, lumayan sukar berteman. "Berasa kuli Gua." teriak Gua pada Fagrel yang sedang mengangkut bambu tiga kali lipat dari Gua. "Biar berotot Lo." balasnya senyum-senyum. ★★★ Dalam cerita ini banyaknya kisah Gua di sekolah, ada kasus masa lalu yang gak Gua duga-duga bisa timbul lagi. "Omorfia." panggil wanita itu lembut. "Apa? Anda tidak pantas menyebut nama itu." amuk Gua menggebu-gebu. "Omor! Jaga bicara kamu! Dia Mama Kamu!" ★★★ Kata orang percuma lari dari masa lalu, mau lari kemana aja gak bakal bisa, karena dunia itu sempit, dimana ada manusia disitu ada masalah dan masalah gak bisa dihindari bukan?
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
ONE MORE cover
Family Line cover
When I was Your Scar  cover
BIMANTARA [END]✔ cover
Kanvas Terakhir di Langit Senja | Beomgyu cover
Innoncent [END] cover
what if? (END) cover
Behind The Smile (TERBIT) cover
Terima kasih Imajinasi [end] cover

ONE MORE

15 partes Concluida Contenido adulto

•Tidak ada yang salah Dalam hal mengulang moment ke belakang •Yang salah mungkin terlalu berharap lebih keOrang yang sudah membuat moment itu menghilang •Sebenarnya setelah di teliti ini kisah yang serba salah,Salah dalam Berharap,tapi Cinta tidak pernah bisa di salahkan, •Jadi,Masih salah kah,Jika Aku berharap kepadanya? •jika tidak,Masih pantaskah sikapnya ku perjuangkan,Sementara ada hati yang berjuang namun ku abaikan. •Dilema mana yang lebih menyakitkan selain harus memikirkan percintaan,kekeluargaan dan persahabatan?