SEMICOLON

SEMICOLON

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 10, 2020
Jadi sekarang kita sama sama lelah, sama sama ragu saat akan melangkah. Meskipun dekat, meskipun erat, meskipun saban hari saling menanyakan kabar. Aku tahu kamu bosan, aku pun sama. Tapi kita hanya tidak membesarkannya, berusaha untuk bilang tidak papa, berusaha untuk baik baik saja. Kita terlalu jatuh dalam rasa saling percaya dan harap harap yang menggantung. Namun sejauh ini, kita memang masih baik, bukan? Menyangkal satu sama lain jika kita telah berubah. Aku tetap aku dan kamu tetap kamu, bukan? Kadang berusaha sangat mempertahankan ego lalu detik berikutnya berlomba lomba meminta maaf merasa diri kita paling salah. Itu lucu. Bagaimanapun juga jika akhirnya kita tidak sejalan dan kamu tidak mau melepasku, aku pun sama. . Warning : this story just author's brain fart
All Rights Reserved
#5
ended
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nata, De & Coco
  • BIMANTARA [END]✔
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • what if? (END)
  • Alvanka Zafran || END
  • Kanvas Terakhir di Langit Senja | Beomgyu
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Rintik Hujan
  • The Secret Of Old School

Bukankah bertemu kembali denganmu saja sudah merupakan takdir? Ah ya, kita memang ditakdirkan seperti ini. Saling mencintai tetapi juga saling menyakiti. Katakan padaku, apa kamu masih mencitaiku? Aku dan kamu itu bagaikan kertas dengan pena, aku lemah sedangkan kau kuat, aku rapuh dan kau teguh, kita berbeda dan akan selalu menjadi seperti itu. Mungkin aku tampak tidak membutuhkanmu, tapi percayalah, orang yang pertama tercipta untukku adalah kamu. (Natanael) Mencintaimu adalah kesalahan yang selalu kuperbuat dari dulu. Tapi dusta jika aku berkata bahwa hati ini tidak pernah memilihmu. Hanya, mencintai tidaklah semudah saat diucapkan. Apa gunanya mencintai jika hanya menimbulkan masalah? Apa gunanya mencintai jika harus merenggang hubungan yang lain? (Aradelia) Untuk apa memberikan cinta jika hanya untuk disakiti? Dusta dengan kata akan selalu bersamamu. Dusta dengan kata tidak akan meninggalkanmu. Dusta dengan kata akan selalu menyayangimu. Jangan memberikan cinta jika kamu tidak bisa menjaganya. (Rarendra) -- Ini cerita tentang kisah kehidupan antara Natanael, Aradelia dan Rarendra. Bagaimana hidup bisa menjadi semanis madu atau pun sepahit obat. Bukan hanya kisah cinta mereka saja yang seperti benang kusut, tapi juga tentang masalah keluarga mereka yang saling berkaitan. Natanael, keluarga yang baik-baik saja tapi terkena imbas oleh saudara Aradelia. Aradelia, korban dari kejahatan keluarga besarnya yang melakukan itu demi sebuah harta warisan. Ia memiliki kakak perempuan pecinta dunia malam dan selalu bertengkar dengan ibunya. Rarendra, ayah pemabuk, ibu tukang judi, adik autis. Hal apa lagi yang harus ia rasakan lebih dari ini? Sumber cover: Google

More details
WpActionLinkContent Guidelines