Thank You, Raden

Thank You, Raden

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadLengkap Min, Apr 24, 2022
"Uang bukan segalanya." Asa Felice Zeriana Iya, uang bukan segalanya. Uang memang bisa untuk membeli apapun, tapi tidak dengan kasih sayang. Kasih sayang seorang orang tua tidak bisa dibeli dengan apapun, itu benar. Aku hidup dengan orang tua, orang tuaku masih ada. Tapi mereka selalu mementingkan pekerjaannya. Maklum, mereka sangat sukses sampai sampai melupakan anaknya. Ah, aku tidak apa apa kok. "Tapi lo bagi gue segalanya." Radendika Laksmana. Fall in love? Aku sedang merasakannya sekarang. Ya, walaupun ternyata dia mempunyai sikap yang masa bodoh Pertama kali aku melihat dia, seorang gadis berperawakan tinggi dengan rambut yang disatukan sedang berdiri di balkon kamarnya. Dia cantik, sangat. START : FINISH :
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sudut pandang (felisha)
  • ELZEAN [On Going]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • RadenRatih
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Hidden Scars ✓

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan