Masashi jii, pinjam karakternya ya🤗😚
Disclaimer : Picie
Hak cerita di lindungi undang-undang
Kalau suka silahkan baca, cerita ini hadir atas kegabutan penulis, efek dari virus covid-19.
....................................................................
" Mencintai anda terlalu berat untuk saya, yang mulia, saya putuskan untuk menyerah, terserah apa yang anda inginkan dengan nya, saya memilih mundur dari tempat saya"
Tatapan sendu yang menyayat hati, hadir tanpa di sadari. Membawa badai penghancuran, kesedihan abadi
"Anda merasa sangat hebat, kembali ke tempat anda, anggap ini tak terjadi"
Amukan ego yang membuncah, meretakan damai dalam jiwa. Tanpa sadar dirinyalah sang pembawa petaka, menyembunyikan bisa bersampul bunga.
"Yang mulia, anda harus tenang, saya yakin kakak permaisuri tidak bermaksud seperti ini, ayo kakak kembalilah, biar saya bantu tenangkan yang mulia"
Hingga sang bulan lelah, memilih mencari mentari lain yang bisa menemaninya. Takdir yang juga senang bermain, mendatangkan seorang pemuda sehangat mentari, Sekokoh baja, dan sehebat obat yang menyembuhkan luka.
"Salam pada sang permaisuri, sang ratu bulan, semoga kesejahteraan selalu berlimpah pada anda"
"Ah? Salam pada kaisar negeri api, raja sang mentari negeri api, semoga kejayaan selalu berlimpah pada anda, apa yang sedang yang mulia lakukan di istana kristal?"
"Euh, saya tersesat, lalu saya melihat bidadari sedang bersedih menatap danau, akan sangat sayang bila saya lewatkan"
Perseteruan semakin memanas, tak ada yang mau mengalah dan terus berjuang tanpa ada kemenangan. Darah mengucur membasahi tanah, mengubah birunya danau menjadi merah. Hingga pengorbanan sang ratu bulan menjadi akhir semuanya, membawa kedamaian yang menyesakkan.
Yosh, yang kepo lanjut baca chapter aja yuk, sinopsis nya gak jelas.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang