DETIK DETAK

DETIK DETAK

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 26, 2021
Pantaskah hukuman ditimpakan pada orang yang tidak bersalah? Dalam hal ini, aku tahu, bahwa mereka tidak lagi bisa kupercaya. Mereka enggan mencari. Mereka enggan mendengar. Aku kerap kali mempertanyakan takdir. Mengapa ini terjadi padaku? Mengapa keadilan sangat sulit kudapatkan? Saat aku tak lagi yakin akan semua hal di dunia ini. Aku ingin segera pergi, meninggalkan detik yang tidak pernah berhenti. Berharap ada ketenangan yang kudapatkan tanpa detakan dalam jiwa. DETIK DETAK Start: 3 Juli 2021 Finish:
All Rights Reserved
#747
makna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • (Sad)tember •END•
  • Romansa Cakrawala ✓
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • Full Of Scratches
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Bentala
  • 𝐁𝐄𝐂𝐎𝐌𝐈𝐍𝐆 𝐀 𝐌𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 𝐎𝐟 𝐓𝐖𝐈𝐍𝐒 {Slow Update}
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines