The Confusely Loves

The Confusely Loves

  • WpView
    Reads 1,233
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 8, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ~~~ "Ana uhibbuki fillah neng," Ucapnya lirih, hanya mereka berdua yang dengar. Deg "Ma...maksudnya gimana sih gus? Sampeyan jangan aneh-aneh, kan ki..." "Sttt... Udah neng, nanti lagi sambung ceritanya, sekarang saya antar ke ndalem-nya sampeyan," ~~~ Syukron katsiron... Jazakumullahu khair, aaamiiin... Jangan lupa!!! ⚠⚠⚠ -Baca Basmalah sebelum membaca -Tabassam, karena itu termasuk sedekah yang paling mudah -Laksanakan kewajiban sebagai Hamba Allah Semoga lancar jaya tanpa ada suatu halangan apapun. 😆 Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
All Rights Reserved
#1
laili
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 10. Saktah
  • My Destiny With You [END]
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • Gus Dosenku (End)
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • The ArYan
  • Ijbar [Selesai]
  • Dia dan Doa

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

More details
WpActionLinkContent Guidelines