Story cover for Beautiful Goodbye by anisaputteri
Beautiful Goodbye
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 11, 2020
Perlahan aku mulai melewati batas yang telah ku buat. Hanya sekedar untuk menjadi sebagian kecil dari hidupmu. Namun, semakin aku melewati batas itu, kamu menyadarkanku bahwa ragamu tak dapat ku rengkuh. Lantas pantaskah aku mendampingimu? 

Pada langit yang berbintang ku bisikan pertanyaan; dibandingkan dengan kerinduan, apakah mudah mengucapkan selamat tinggal? 

B E A U T I F U L   G O O D B Y E
...
Copyright 2020
All Rights Reserved
Sign up to add Beautiful Goodbye to your library and receive updates
or
#81star
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Remember Me As A Time of Day✅ cover
ZENNAVY [END] ✅ cover
Matahari Kecil cover
Arga & Cinta Pertamanya [SELESAI] cover
Cahaya [COMPLETED] cover
Bumi Ranah Sagara ~Tamat~ cover
"SEBUAH RASA" (AliandoPrilly) cover
Rizky dan Adelia [END] cover

Remember Me As A Time of Day✅

54 parts Complete

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.