Laras rasa

Laras rasa

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 7, 2022
Perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan tidak membuat Saita putus asa begitu saja .Pencapaian yang dia cari selama ini akhirnya dia temukan ,.'Laras rasa' bagaikan jarum di lembah gurun pasir ,seperti itulah mungkin kata-kata yang pantas untuk disematkan dalam perjalanan cintanya saat ini .Masih dalam renungan yang dalam dan pencarian yang tidak tau kapan berujungnya ."sai,.!" .seruan seseorang yang penuh kegembiraan terdengar dari kejauhan sedang memanggilnya .Saita yang sedari tadi melihat pesan singkat masuk di handphone kesayangaannya tidak sedikitpun menoleh ke arah suara itu berada .Fikirannya yang sedang asik tertuju pada satu pesan singkat dari "Anto",lelaki yang menantinya di tempat jauh.Pesan yang setiap hari masuk walau hanya sekedar "selamat pagi , selamat malam ,bahkan say hay " saja pun tak pernah di gubrisnya.Bertumpuk dan semakin bertumpuk sejak dua bulan lalu , memang terlihat sungguh sangat menyedihkan .Seseorang itu datang dan mencium pipinya kirinya dengan penuh kemesraan"Sayang...?!".Terlihat jelas raut muka yang sumringah terpancar dari Saita ,.Kekasihnya menggandeng dan menarik tangan Saita untuk mengajaknya pergi dari tempat itu.Membuka percakapan seolah-olah tidak ada sebesit gundah yang tertanam di fikiranya, Saita.......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Angel To Raya (END)
  • Kesempatan Kedua
  • Erlangga
  • Penantian Hujan
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • syanin
  • 74/366

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines