Semburat Rindu (ENDING)

Semburat Rindu (ENDING)

  • WpView
    Leituras 1,612
  • WpVote
    Votos 132
  • WpPart
    Capítulos 40
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, dez 11, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
REVISI.... Sebelum baca alangkah baiknya di follow dulu ya! Zahra El Faira, pejuang beasiswa untuk sekolahnya. Masa perguruan tinggi yang membuat dia bingung. Akankah dia bisa kuliah? Anam Rahmi, si tampan pemilik ilmu agama tinggi. Dia adalah penyemangat Zahra. Tapi dalam sekejap dia hilang entah kemana? Sakit yang dirasa oleh Zahra. Ada niatan untuk menutup hati tapi semuanya di bumi hanguskan oleh Reynard El Brata. Sang pemilik mata elang yang mengungkapkan isi hatinya. "Zahra Gue suka sama Lo." Siapa yang akan bersanding di surga dengan Zahra? Akankah Anam? Atau Rey? Telusuri kelanjutannya! Selamat membaca. Jangan lupa Vote, comment, and follownya.
Todos os Direitos Reservados
#36
tour
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Love In Profession[End]
  • Sampai Kepadamu
  • ZAHRA
  • Cinta Neng Zulfa
  • Zarah
  • Tiada Cinta Di SMK [END] | SUDAH REVISI
  • Syair Cinta Az Zahra
  • 🧸 𝗢𝗻𝗹𝗶𝗻𝗲 𝗙𝗿𝗶𝗲𝗻𝗱𝘀 🧸
  • Sekat Sebelum Akad [TERBIT]
  • Rasa yang Tersembunyi [End]

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo