🌞ALLETA🌞

🌞ALLETA🌞

  • WpView
    LECTURAS 132
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 10, 2020
Seorang gadis cupu, pendiam,dan tak ingin mencari masalah, tak ingin terlibat masalah dia mengurungkan niat nya untuk mencari teman karna dia sadar dia siapa dan mereka siapa. "Hay kenalin gue Keysha Nandhita.gue anak baru dan gue gak tau tentang sekolah ini Lo mau bantu gue kan"ucap gadis itu "Eeh.emm.lo cari orang lain aja ya gue gak ada waktu."alleta berlalu meninggalkan wanita yg berkenalan dengannya dan seperti biasa dia menundukan kepalannya .
Todos los derechos reservados
#951
cupu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DEFENDER [End]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Nerd Or Kepribadian Ganda?
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • Arsyilazka
  • Does love make me stupid?
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • ALEYA~~
  • Dusk In Your Eyes

©2019 Story by Dallas_93 . . . . . MY 1ST TEEN STORY Tak pernah ada kata terucap dari mulut Davian tentang apa yang selalu dilakukannya terhadap Safaa. Gadis cupu dan dicap sebagai nerd di SMA Pelita Bangsa yang selalu menjadi bahan bullyan di sekolahnya. Kalau Safaa dihina, Davian datang menghalau. Kalau Safaa disakiti, Davian datang menolong. Kalau Safaa dipermainkan, Davian datang menghentikan. Bahkan, ketika Safaa dipermalukan, tubuh tegap Davian hadir melindungi Safaa. Banyak hal yang sudah dilakukan Davian untuk Safaa, namun sekalipun tak pernah terucap dari bibir Davian, bahkan hanya untuk sekedar berbasa-basi menyapa Safaa. Di hari-hari biasa, ketika mereka berpapasan, Davian menampilkan sikap seolah ia dan Safaa tidak pernah saling mengenal. Namun, ketika sesuatu terjadi pada Safaa, Davian akan hadir di barisan paling depan untuk menolong Safaa. Banyak hal yang harusnya ditanyakan oleh Safaa, namun hal itu tidak berani Safaa utarakan. Hingga ia, hanya mampu menganggap Davian sebagai pelindung sekaligus pembela dirinya. Namun hatinya, berkata lain. Benarkah hanya itu saja? --- "Aku perlu kejelasan," ucap Safaa sambil menunduk pada Davian yang sedang berdiri di hadapannya. Davian hanya terdiam, sambil menautkan satu alisnya. "Kejelasan?" Safaa mengangguk. "Atas sikap kamu selama ini." Mendengar itu, Davian tersenyum tipis. "Biarkan Tuhan yang memberi kejelasan, tunggu saja ya, paling telat lima tahun lagi kita bertemu di pelaminan," kata Davian santai, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Safaa yang mematung dibuatnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido