Kisah Kara

Kisah Kara

  • WpView
    LECTURAS 46
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 10, 2020
Kara harus merelakan perasaannya yang bertepuk sebelah tangan. Sahabat yang begitu dicintainya malah mencintai saudara kembarnya sendiri. Iya bertanya tanya pada dirinya sendiri apa yang dimiliki saudari kembarnya sehingga sahabatnya begitu mencintainya? "Aku mencintaimu" ucap Rio sambil berlutut dihadapan Kara, tak lupa bunga mawar iya ulurkan pada gadis yang saat ini berdiri dihadapannya memandangi dirinya dengan tatapan bingungnya. "Gue..." baru saja kara hendak membalas ungkapan cinta Rio. secara spontan Rio berdiri, tersenyum girang memeluk Kara yang masih dilanda kebingungan. setelahnya iya berucap yang seketika membuat kara yang tadinya merasa melayang kini harus terhempas kedasar jurang mendengar ucapan Rio yang tidak pernah disangkanya. Dadanya bergemuruh. Sakit tentu saja. "Bagaimana ungkapan cintaku? Keren kan?, apa aku sudah pantas mendapat cinta Kina?"
Todos los derechos reservados
#45
rio
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Paradise
  • LOVE THAT GROWS FROM FRIENDSHIP || {Jeongminji}
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • Boyfriend
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Kamu
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido