Against The Waves

Against The Waves

  • WpView
    Reads 379
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2020
(Bahasa baku) (Bahasa percakapan ttidak baku) Gue itu kecil banget. Dibandingin bermiliaran manusia, gue ini hanyalah titik kecil yang bila hilang, tidak akan ada yang sadar. Tapi kenapa yang gue rasain bisa buat seolah manusia manusia ini ngak ada. Padahal bukan gue doang yang hidup. Bukan hanya gue doang yang bisa merasakan hal seperti ini kan? Semua nya juga punya perasaan rumit seperti ini kan? Tidak bisa dijelaskan, rumit, musingin kepala doang! Neken batin pula! Nyebelin banget pokoknya. Pernah denger ngak pepatah orang yang saling pacaran karena suka? Katanya, seolah dunia berpusat untuk mereka berdua, seolah waktu berhenti buat ngasih momen terindah buat mereka. Nah, persis kek gitu! Dunia gue terhenti disitu! Beda nya, gue berada dalam situasi membingungkan, yang mengherankan. Bising nya kota, atau pembicaraan orang lain malah buat gue heran, binggung. Gue hanya bisa natep langit diantara gedung gedung menjulang tinggi ini, diantara kerumunan khalayak ramai yang berlalu lalang ini! Hei! Apa hanya gue yang keheranan disini?! Apa hanya gue yang binggung soal kehidupan yang kek begini? ~vera
All Rights Reserved
#577
religi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Secarik kertas usang
  • Pacar Halal [SUDAH TERBIT]
  • Persahabatan Dan Cinta Pesantren [END]
  • Titik Yang Benar
  • Stendhal Syndrome: Love Your Smile
  • Assalamualaikum Imamku

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines