SWEET NIGHT

SWEET NIGHT

  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 19, 2020
Sebuah kisah yang terjadi pada suatu malam. "Hari-hari terus berlalu ada luka yang masih bersarang di hatiku. Carilah lebih dalam lagi, maka kamu akan menemukan luka lainnya. Luka itu akan terus berdarah tanpa henti jadi lebih baik aku diamkan saja." *** Awalnya hidup Annelise baik-baik saja sama seperti murid SMA lainnya. Ya, itu hanya awalnya sebelum murid pindahan itu datang mengusik kehidupan Annelise. Tachibana Nao, laki-laki pindahan Negara sakura itu berhasil mengusik kehidupan Annelise. Mempunyai tinggi badanyang hampir mencapai 185cm, tentu saja berkulit putih dan mempunyai mata bewarna hijau cerah. Kisah mereka berdua baru di mulai pada awal musim dingin. Kisah yang bahagia dan berujung kesedihan, mungkin? Pict by pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Silhouette [COMPLETED]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • SAKURA
  • ADISA
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Saat Aku Melihatmu
  • Putih & Abu-abu
  • [Badass #2] Hot Guest ✔
  • Langit dan Cahayanya

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines