Butterfly
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2020
Hidup tidak ada yang sempurna, semua mempunyai lika liku masing-masing di dalam nya. Begitu juga dengan gadis cantik, bermata coklat, dengan senyum manis nya, dia adalah Freyya Angelica. Ia hidup di tengah keluarga besarnya yang begitu hangat dan menyayanginya, walaupun tidak dengan kedua orang tuanya, karena jarak yang memaksa, membuat nya tumbuh menjadi gadis yang sedikit manja. Awalnya Freyya merasa baik baik saja dengan keadaanya, ia merasa cukup dengan kasih sayang saudara saudara nya sebagai pengganti kasih sayang kedua orang tuanya yang tidak bisa diberikan padanya secara langsung. Namun semua itu berubah seiring Freyya yang beranjak dewasa, ia mulai merasa bahwa dirinya adalah beban yang menjadi tanggungan saudara saudaranya. Hatinya merasa kesal, mengapa ia tidak pernah hidup bersama kedua orangtuanya? Ia ingin, ingin bersama keluarganya, ingin merasakan kehangatan kedua orang tuanya, seperti ia sering melihat sepupu sepupunya tertawa bersama orang tua mereka, ingin merasakan kedekatan bersama seorang ibu di masa remajanya, seperti cerita teman teman nya yang menceritakan keluh kesah,dan masalah Cinta monyet mereka pada ibunya, ingin merasakan perhatian dari ayah nya yang mengerti segala hal tentang dirinya, seperti ketika temanya bercerita di beri hadiah sesuatu yang mereka inginkan. Hal hal kecil itu...... freyya ingin merasakan nya.. Sangat ingin
All Rights Reserved
#28
goodgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • Mencari Jati diri [FRESHA]
  • Senja dan Jingga
  • Amami
  • Love & Secrets [FreFio]
  • Qualen (FreFlo)
  • ICE GIRL
  • Langit Senja [end]
  • I'm not Perfect [ FRESHA ]

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines