Butterfly
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2020
Hidup tidak ada yang sempurna, semua mempunyai lika liku masing-masing di dalam nya. Begitu juga dengan gadis cantik, bermata coklat, dengan senyum manis nya, dia adalah Freyya Angelica. Ia hidup di tengah keluarga besarnya yang begitu hangat dan menyayanginya, walaupun tidak dengan kedua orang tuanya, karena jarak yang memaksa, membuat nya tumbuh menjadi gadis yang sedikit manja. Awalnya Freyya merasa baik baik saja dengan keadaanya, ia merasa cukup dengan kasih sayang saudara saudara nya sebagai pengganti kasih sayang kedua orang tuanya yang tidak bisa diberikan padanya secara langsung. Namun semua itu berubah seiring Freyya yang beranjak dewasa, ia mulai merasa bahwa dirinya adalah beban yang menjadi tanggungan saudara saudaranya. Hatinya merasa kesal, mengapa ia tidak pernah hidup bersama kedua orangtuanya? Ia ingin, ingin bersama keluarganya, ingin merasakan kehangatan kedua orang tuanya, seperti ia sering melihat sepupu sepupunya tertawa bersama orang tua mereka, ingin merasakan kedekatan bersama seorang ibu di masa remajanya, seperti cerita teman teman nya yang menceritakan keluh kesah,dan masalah Cinta monyet mereka pada ibunya, ingin merasakan perhatian dari ayah nya yang mengerti segala hal tentang dirinya, seperti ketika temanya bercerita di beri hadiah sesuatu yang mereka inginkan. Hal hal kecil itu...... freyya ingin merasakan nya.. Sangat ingin
All Rights Reserved
#745
konflik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA NATA [END]
  • Mencari Jati diri [FRESHA]
  • AKSARA LARA(END)
  • Senja dan Jingga
  • RAGARA [ on going ]
  • Oranye Di Langit Senja
  • I'm not Perfect [ FRESHA ]
  • My little Wife[END]

Selesai. Dan nggak di revisi. Wkwk:) Selalu ada cara tersendiri untuk menikmati senja. Selalu ada kenyamanan tersendiri ketika melihat senja tenggelam dengan aura orangenya yang khas. Tidak ada penikmat senja sebaik Nata. Bahkan, Nata bisa merasakan senja ada di genggamannya, hanya dengan menatap kekasihnya dengan penuh rasa. Tapi, seperti senja. Sama-sama datang dan pergi setiap petang berganti malam. Hari itu, hari di mana Freya berjanji untuk kembali memenuhi janjinya. Hari dimana Nata harus merelakan senjanya pergi jauh. Hari dimana Nata bukan lagi penikmat senja. Hari dimana Nata harus rela, jika senjanya benar-benar semu. Pergi, dan tak pernah kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines