Two Humans [TAMAT]

Two Humans [TAMAT]

  • WpView
    Reads 5,386
  • WpVote
    Votes 404
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2020
Anhodya Elea Gadis remaja dengan sejuta luka ,gadis yang tidak mempercayai akan kasih sayang yang tulus yang sangat benci berkomitmen dengan lawan jenis.Elea gadis yang tidak suka merasa sepi tapi lebih suka menyendiri Elea sangat benci dengan hidupnya kenapa harus ia yang merasakan kejamnya dunia?Hidup yang tergantung dengan obat membuat ia semakin membenci hidupnya beruntungnya Elea mempunyai sahabat yang selalu ada untuknya. Disaat Elea tidak suka berkomitmen ia dijodohkan oleh ayahnya yang selama berpuluh-puluh tahun mengabaikannya yang Elea semakin benci dengan keadaan ia dijodohkan dengan laki-laki yang sangat ia hindari laki-laki yang membuat kehidupan Elea berubah drastis dan menjadi lebih tertutup Akankah Elea menerima takdir hidupnya?
All Rights Reserved
#38
nikahsma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • 1001 Luka [On Going]
  • AL: Stand Alone [END]
  • ALASKALETTA
  • BJK REVISI
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • My Possessive Best Friend's
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Restu Tuhan
  • MEMELUK LUKA [END]

"Ma, Aluka sakit. Boleh aku tidur sama mama?" "Pergi! Kamu di rumah papamu saja!" ··· "Aluka buatin makanan kesukaan papa." "Bisa kamu pergi dari hadapan saya?!" ··· Aluka Alkenzia. Gadis dengan seluruh luka yang dirasa namun tetap menabur kasih untuk semua orang yang melukainya. Ia hanya ingin bahagia tanpa harus tersakiti dahulu, penderitaan yang dirasa sebelum terlahir ke dunia enggan sirna bahkan hanya untuk mengasihaninya. Rahasia kelamnya masa lalu membuat penderitaan dalam hidupnya silih berganti. Bahkan lelaki yang dicintai ikut menabur garam pada lukanya yang masih terbuka. Hingga sosok lelaki rapuh berhati malaikat datang memberinya arti kebahagiaan, namun ia lupa mengajarkan arti bahagia tanpa kehadirannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines