Two Humans [TAMAT]

Two Humans [TAMAT]

  • WpView
    Reads 5,384
  • WpVote
    Votes 404
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2020
Anhodya Elea Gadis remaja dengan sejuta luka ,gadis yang tidak mempercayai akan kasih sayang yang tulus yang sangat benci berkomitmen dengan lawan jenis.Elea gadis yang tidak suka merasa sepi tapi lebih suka menyendiri Elea sangat benci dengan hidupnya kenapa harus ia yang merasakan kejamnya dunia?Hidup yang tergantung dengan obat membuat ia semakin membenci hidupnya beruntungnya Elea mempunyai sahabat yang selalu ada untuknya. Disaat Elea tidak suka berkomitmen ia dijodohkan oleh ayahnya yang selama berpuluh-puluh tahun mengabaikannya yang Elea semakin benci dengan keadaan ia dijodohkan dengan laki-laki yang sangat ia hindari laki-laki yang membuat kehidupan Elea berubah drastis dan menjadi lebih tertutup Akankah Elea menerima takdir hidupnya?
All Rights Reserved
#234
sadgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • 11.11 (Sebelas kembar) [End]
  • AL: Stand Alone [END]
  • ALASKALETTA
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • BJK REVISI
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Atela's Journal [FINISHED]
  • Restu Tuhan
  • 1001 Luka [On Going]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines