Sebelum Puncak | Renjun ft. Doyoung

Sebelum Puncak | Renjun ft. Doyoung

  • WpView
    Reads 6,794
  • WpVote
    Votes 1,198
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 18, 2026
"Puncak Mahameru itu bunda." --- Sekiranya dulu sekali, Mahameru pernah tak sengaja dengar ucapan bunda. Untuk beri tahu Mahameru siapa yang buatnya lahir di rumah itu. Bunda beri rasa tak suka, abang dan Lintang pun beri rasa yang sama. Mereka tak suka Mahameru lahir dan rusak keluarganya. Satu yang perjuangkan haknya untuk tetap ada, itu Ayah. Ayah sayangi Mahameru lebih banyak. Hingga akhirnya Abang Laskar tambah dewasa, sadar akan banyak salahnya pada sang adik. Namun, belum lama kenal Mahameru, bunda sakit berat. Mahameru pergi dengan seseorang yang Laskar benci. Mahameru pergi dari Laskar yang dulu jelas tak terima hadirnya di sana. Mahameru pergi untuk capai puncak Semerunya. "Mahameru itu puncak, Nak. Untuk apa mendaki kalau Mahamerulah puncaknya?" *** - on going #1 di renjun #1 di angst #1 di Fiksi Anak
All Rights Reserved
#401
renjunnct
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • SI PENGANTIN KECIL (MARKHYUCK)
  • Sulung
  • Jung Family 8 Generation of Abelard Jaehyun |Jeno | Mark | Junghwan |  ft Noren
  • My Page - Complete
  • [2] Darling of the Neo's
  • Silent [Renjun]
  • Keluarga Cemara||•Jαёгεη [Finish✓]
  • Renjana [COMPLETED]

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines