We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mikaira
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Menjadi sebatang kara tidak semudah yang semua orang bayangkan, hidup sendiri dan bekerja keras agar tetap bertahan hidup dengan bekerja di sebuah cafe membuatnya merasa kurang hanya untuk sekedar membayar uang kuliahnya. Namanya Mikaira Anantasya. Kepergian kedua orang tuanya membuat kesedihan yang amat menyakitkan baginya, Ibunya bilang Ayahnya meninggal setelah Mika lahir kedunia karna kecelakaan, sedangkan ibunya meninggal saat kelulusan Mika, dimana karna penyakit jatung yang di idam sang ibulah yang membuat Mika harus kehilangan sosok ibu. Namun sebuah kenyataan melalui sebuah surat yang ibunya tulis membuat Mika sedikit merasa bahwa dirinya tidak sendiri di dunia ini. Tapi tidak berhenti di situ saja, kenyataan pahit pula harus Mika rasakan, sebuah takdir yang mengharuskan Mika menerima semuanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • MOIRA
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan
  • Ikatan Tanpa Pilihan
  • AURORA
  • SAKURA

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines