Renjana Senja

Renjana Senja

  • WpView
    Reads 1,003
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 112
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Apr 12, 2020
WpInfo
Poetry
Renjana Senja adalah antologi puisi karya Pratamade yang ditulis dalam kurun waktu satu tahun, yaitu pada tahun 2018 silam. Renjana Senja mengisahkan tentang keindahan duniawi yang sementara yaitu "Cinta" layaknya senja jingga yang menawan dan memesona namun fana. Sejatinya kita hanyalah manusia sebagai hamba, hanya mampu berusaha menikmati hidup ini dengan senikmat dan sekhidmat mungkin, terlepas dari itu hanya Tuhan Yang Maha membolak-balikkan hati yang kuasa menentukan nasib hati dan diri ini. Selamat membaca, semoga Renjana Senja dapat menjadi referensi bagi hati yang sedang dilanda asmara. Terima kasih. Aku cinta padaMu. Cirebon, 12 April 2020. Pratamade.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Langit Senja (End)
  • S T I L L (COMPLETED)
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • AFORISME
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • SENJA (Revisi 2023)
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Seutas Gelabah
  • TENTANG RASA

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines