Mrs. Lonely

Mrs. Lonely

  • WpView
    Reads 792
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2020
KARMA Mungkin kalian sudah sering mendengar kalimat itu, bahkan mungkin di antara kalian ada yang sudah merasakan karma "Apa yang kita tabur, itu lah yang kita tuai," mungkin kalian sudah sering mendengar ungkapan itu dan sebagian besar kalian pasti percaya akan ungkapan itu Karma buruk, ya itulah yang mungkin di dapatkan oleh gadis cantik bernama Sinta Pradita. Lantas, perbuatan apa yang menyebabkan ia mendapatkan karma? Lalu bagaimana caranya ia terlepas dari karma tersebut?
All Rights Reserved
#121
kesendirian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yogyakarta dan Kenangan
  • 3726 MDPL : KALENDRA DAN SENJA
  • Karma Rasa Cinta
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • a new generation
  • Let's Us Fall in Love? (Complete)
  • Saturday Afternoon Coffee
  • SLICE OF LOVE
  • Star Of You

Cerita ini adalah karya asli milik EHANN. Dilarang menyalin, mendistribusikan, atau mempublikasikan ulang tanpa izin. Prolog. Langit senja di Jogja selalu membawa perasaan yang sulit dijelaskan. Ada kehangatan yang menguar di antara jingga yang memudar, ada rindu yang berbisik pelan di antara angin yang berhembus. Bagi sebagian orang, Jogja hanyalah kota yang penuh hiruk-pikuk mahasiswa dan pelancong. Tapi bagi Amerta, Jogja adalah tempat di mana semua kenangan bermula-dan mungkin, berakhir. Ia berdiri di depan jendela kamarnya, menatap cahaya lampu kota yang mulai berkelip. Di dalam genggamannya, sebuah buku tua dengan lembaran-lembaran yang sudah mulai menguning. Tangannya membolak-balik halaman, membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah ia buat di masa lalu. Setiap kata, setiap kalimat, adalah fragmen dari perasaan yang pernah ada. Tentang pertemuan di tengah hujan. Tentang perdebatan kecil yang berubah menjadi kebersamaan. Tentang tawa, tangis, dan perasaan yang tumbuh tanpa mereka sadari. Dan tentang seseorang yang, hingga kini, masih menyisakan jejak di hatinya. Amerta menghela napas pelan. Ia tahu, tak semua cerita berakhir seperti yang diharapkan. Tapi ada satu hal yang ia yakini-Jogja akan selalu menjadi saksi dari perjalanan mereka. Karena Jogja bukan sekadar kota. Jogja adalah kenangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines