Story cover for Tremor by Lucindauraleta
Tremor
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 12, 2020
~~~~

     Halilintar merasa hidupnya sudah sangat mengerikan. Orang sering menganggapnya gila, bahkan orang tuanya pun sering membawanya ke psikiater. Apapun yang dilihatnya pasti tidak bisa dilihat orang lain. Terkadang Halilintar merasa ini bukanlah sebuah pemberian yang baik. Namun, apa daya, dirinya hanya bisa menerimanya.

     Suatu hari Halilintar kembali melihat 'sesuatu'. Trauma, Halilintar memilih mengabaikannya. Ia berpikir 'makhluk itu' akan pergi dengan sendirinya. Yah, itu berhasil, tetapi tidak bertahan lama. 'Makhluk itu' muncul kembali dan mengatakan sesuatu yang tak dimengertinya.

     Halilintar yang sudah sangat acuh pada kemampuannya berpikir itu bukanlah apa-apa. Namun, suatu hari Halilintar menyesali sikap acuh tak acuhnya.

~~~~
All Rights Reserved
Sign up to add Tremor to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
[✔] HEY TWINS!  cover
Thousand Cranes[✓] cover
K E T O S [SU] cover
Love Secret  cover
Darkness Crystal: BBB Fanfic [✓] cover
You Are Mine  cover
Boboiboy Halilintar : Bound by Rules cover
Star - Gempa (End) cover
Memories Of Our Brother cover

[✔] HEY TWINS!

54 parts Complete

Dia Halilintar si pengagum benda-benda langit pula sang pemilik senyum indah yang mencari arti kebahagiaan yang sebenarnya. "Aku muak.". "Al, kenapa pengen jadi VTuber?". Baru saja tenang dalam gulungan selimut selepas menjalani kewajibannya sebagai seorang muslim, Halilintar malah kembali ditegangkan oleh situasi saat Amato datang ke kamarnya dan mengecek hasil ulangan hariannya. "Ayo mulai dari awal, kisah kita yang jauh lebih manis. Hanya tentang cinta dan kasih sayang tanpa adanya perpisahan lagi," Gempa mengatakan kalimat tersebut dengan lembut di akhir ucapannya. "Aku takut kalau kita gak bisa ketemu lagi," Wasit mengangkat tangan Taufan sebagai tanda kemenangan. "Kenapa bukan kamu aja yang mati?" terdengar tenang namun menyakitkan. Amato dibutakan oleh amarah, dia tidak peduli lagi dengan ucapannya yang akan menyakiti Halilintar. "Halilintar mengalami pneumonia karena infeksi paru-paru yang cukup parah," kata dokter itu, suaranya tenang. "Ayah, sakit ..."