(AL)shut up

(AL)shut up

  • WpView
    LECTURES 77
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., sept. 8, 2020
TAHAP REVISI... Sedikit horor, kalau kepo baca aja ya:) Jan lupa tinggalkan jejak kalian.. Happy reading>>> Diam adalah salah satu cara untuk menutupi semua kenyataan dan kebenaran yang kita miliki tanpa bisa diketahui seorangpun. Diam bukan berarti kita bisa diinjak injak dan diremehkan. Diam adalah salah satu bentuk harga diri seseorang agar terlihat lebih berharga dari yang lain. Seperti halnya dengan seorang gadis yang terkenal pendiam. Dia adalah gadis yang istimewa. Bahkan keistimewaan itu tak bisa dugambarkan secara langsung sehingga dirinya memasang cover terdepannya. Yaitu "harga dirinya adalah diamnya dia."
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Memories in Moon
  • "diam-diam jatuh cinta"
  • Payback's Sweet
  • Betadine
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • GREENSTA [END]
  • Sekali Lagi (End)
  • BIRUNYA CINTA
  • The Heiress Trap (END)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu