Luka Terbaik

Luka Terbaik

  • WpView
    Reads 34,955
  • WpVote
    Votes 2,349
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 13, 2023
Permainan rasa seperti apa sebenarnya ini? Bagaimana bisa Fresya terus saja terluka saat mencintai cinta pertamanya. Terbesit pada obsesi yang berlebihan membuat langkah maju-mundur disetiap perjalanan cintanya. Pasalnya siapa yang tidak ragu jika seseorang yang kita cinta seolah tidak sudi untuk menilik keberadaan kita sedikitpun. Dia hanya takut akan satu hal, bukan lara tetapi kecewa diakhir cerita. Bisa saja perjuangannya akan berakhir sia-sia. "Lo cuman sampah dihidup gue, Sya." "Gue tahu itu. Tapi lo harus percaya bahwa gue yang lo anggap sampah sekarang bisa menjadi sesuatu yang sangat lo butuhkan nantinya." Terlalu banyak ucapan yang menyakitkan tapi tak kunjung membuat gadis itu mundur. Lalu sejauh apa Fresya bertahan dengan hal yang menyakitinya itu? Apakah tidak ada rasa setitik pada diri Elvan untuk sekadar menghargai perjuangan Fresya? Tunggu saja, kalian akan mendapatkan kebenarannya pada cerita ini. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#446
lemah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unfinished Goodbye
  • Guntur ; BAD BOYFRIEND [SUDAH TERBIT]
  • ʟᴏᴠᴇ ɪɴ ꜱɪʟᴇɴᴄᴇ
  • Menyerah atau Bertahan?
  • ZEYA
  • The Real Of Me
  • Andira [End]
  • GLANCE
  • ARDIRA [SELESAI]
  • Simbiosis

[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk dicintai, memperjuangkan orang yang entah hatinya untuk siapa, terus menunggu hingga kamu tak mengerti bagaimana rasanya ditunggu. Mengabaikan banyak orang demi satu hati yang kamu jaga dengan mati-matian. Keadaan memaksa kamu untuk berhenti berjuang dan mencoba melepaskan. Tetapi nyatanya hatimu enggan untuk merelakan. Meski terkadang dihantam lelah kamu tetap saja berjuang untuknya, meski kamu sadar, untukmu; dia tak pernah punya cinta. © Riyan Sekar, 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines