We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PALLETE [On Going]

PALLETE [On Going]

  • WpView
    Reads 1,662
  • WpVote
    Votes 652
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Lelaki yang kehilangan kebahagiaan, pada akhirnya bisa menemukannya di sebuah kota bernama bandung. "Seumur hidup, ayah adalah orang terbangsat yang Reno kenal, terkeji sepanjang sejarah." "Sial, seburuk itu pun kau tetap darah dagingku." Bukan hanya kebahagiaan, Ia juga kehilangan warna cintanya. Tapi, kepercayaan akhirnya kembali mempertemukan. "Aku mencintai kota ini, kamu?" "Tidak, aku malah mencintaimu."
All Rights Reserved
#23
kimia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Home [COMPLETE]
  • REVANO UNTUK REVA
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • RadenRatih
  • Rindu yang Tak Berujung (Selesai)
  • ALSTARAN [END]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Im Yours.
  • Raina Maramitha

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

More details
WpActionLinkContent Guidelines