sejauh Alif & Ya

sejauh Alif & Ya

  • WpView
    Reads 786
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
ku pikir kau bulan yang dapat ku genggam rupanya kau bintang nan jauh yang tak dapat ku raih Ku pikir kita sama Namun nyatanya berbeda Saat ku senja,kau memilih fajar Saat ku bumi,kau memilih langit Mungkin itulah takdir, Takdir bagi pendosa sepertiku Berbuat tanpa tau akibat Melukai tanpa tahu rasanya tersakiti Aku takkan terlepas dari dosa layaknya malaikat Tapi aku mampu jadi baik dan hebat Saat sanggup tinggalkan maksiat dan bertaubat Aku takkan sesempurna bidadari Yang selalu berhati suci Namun,aku hanya hamba yang selalu meminta untuk diampuni Pengampunan atas kesilapan diri Meminta untuk dikasihi Bukan untuk tersakiti Hanya satu pintaku tuhan... Hapuslah goresan luka dihatinya Lukiskan kembali canda tawanya Berikan dia kebahagiaan yang seutuhnya Sampai waktuku telah usai di dunia Ku titipkan dia padamu tuhan... Ku mohon, jaga dia untukku Hingga aku memintanya kembali Bukan di kehidupan ini Namun, di kehidupan nanti 💕💕💕 Holaa✋ Cerita pertama author nih. Ngga janji ceritanya bakal bagus, tapi dijamin kamu bakal menemukan sesuatu yang baru disini. Ps: Jangan langsung membuat kesimpulan yang cepat tentang cerita ini, karena pemikiran author sulit untuk di tebak😃 Budayakan untuk Vote & coment *penulis amatiran*
All Rights Reserved
#33
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Our Love Story
  • Destiny [Selesai]
  • After My Prayed
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Skenario Allah✔[End]
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • DEARWA [END]

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines