Story cover for Magical Ocean by oceanyx
Magical Ocean
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 12, 2020
"Tidak, Claire! Disana berbahaya!" Aku menatapnya tajam, berani nya sekali dia berkata seperti itu! Atau dia lupa bahwa aku merupakan salah satu dari mereka? 

Aku terbangun dari kursi lalu menatapnya, "John, aku tahu kau trauma pasca kejadian itu. Aku rindu mereka, aku ingin bertemu" kataku memohon seraya memegang tangannya. Aku tahu ini hal bodoh, tapi aku rindu keluargaku 

Ia menatapku lekat sambil memegang bahuku, "Claire, aku melindungimu. Kita berasal dari dunia berbeda. Kau tak bisa mengerti perasaan ku, ya?" 

Aku mengerti, namun aku juga harus kembali.
All Rights Reserved
Sign up to add Magical Ocean to your library and receive updates
or
#606mermaid
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
[COMPLETED] 7 Days cover
Aku Bukan Simpanan (Lengkap)  cover
Marriage With Mr. Actor (The End) cover
Clarisa Yunita ( End ) cover
Restricted Area ✔ cover
Dibalik Tawa  cover
Our Journey To Love cover
Dreams Come True [END] cover

[COMPLETED] 7 Days

23 parts Complete Mature

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.