polar girl

polar girl

  • WpView
    Reads 1,251
  • WpVote
    Votes 294
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2020
Ini tentang gadis yang dingin,ia selalu bersikap cuek kepada orang.dan dibalik itu semua ia menanggung beban.ia mempunyai rasa sakit sendiri. Dan Pada akhirnya seorang laki-laki datang ke kehidupan nya,dan membuat semua nya berubah. Dia altaya farezi orang yang berhasil memenangkan hati syanna,tapi tanpa syanna ketahui.dibalik kedatangan altaya.ada sesuatu. Yang membuat nya tidak menyangka nya.
All Rights Reserved
#735
watty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • Dishana (End)
  • semua punya luka
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • 22.22 (END)
  • KEPERGIAN SENJA
  • Unexpected Love - GreShan [END]
  • Alma
  • SHILA [END]
  • LB BOOK II: ENDLESS PAIN [END]

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines