Back In Time

Back In Time

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
Ketika harapan tak sesuai kenyataan. Ketika kehidupan lebih menyakitkan daripada kematian. Kehilangan. Kata yang telah mengubah sosok Brian Pradipka menjadi orang asing. Hatinya telah membeku seiring waktu, menjadi semakin dingin dari hari ke hari. Sampai ia bertemu Starla Clarissa, sang sekretaris baru, yang memiliki banyak persamaan dengan seseorang di masa lalu Brian. This is .. Back In Time
All Rights Reserved
#802
obsesi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bintang Di Langit Malam [ END ]
  • RETROGRADE : Behind The Lie
  • Coretan Kata Tanpa Rasa
  • Whispers Between Tears
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Free Lady : Alternis Time
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]
  • Behind the Silence

Kehilangan adalah bahasa paling sunyi dari cinta. Dan ketika cinta itu pergi untuk selamanya, yang tertinggal hanyalah luka yang perlahan menggerogoti jiwa. Di usia yang terlalu muda untuk memahami duka, Clara Avira Bellini harus menerima kenyataan paling pahit-kehilangan Mama, salah satu rumah yang pernah ia miliki. Sejak hari itu, dunia Clara tak lagi sama. Senyum menjadi kenangan, tawa terasa asing, dan setiap langkahnya dipenuhi kehampaan yang tak mampu ia jelaskan. "Clara butuh Mama. Kenapa Mama pergi?" Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, menghantui hari-hari yang terasa semakin gelap. Di tengah kesedihan yang menyesakkan, Clara terjebak antara kenangan dan rasa kehilangan yang belum siap ia lepaskan. Namun di balik duka, selalu ada kemungkinan akan sebuah cahaya-sekecil apa pun itu. Akankah Clara menemukan harapan di tengah puing-puing hatinya yang hancur? Ataukah kehilangan ini akan memadamkan cahaya hidupnya untuk selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines