Baskara

Baskara

  • WpView
    Reads 337
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 20, 2022
Jangan bersedih dan membuat luka semakin terasa perih. Di alam semesta ini ada banyak yang memperhatikanmu, termasuk juga aku. Aku ingin kita bersatu tanpa tahu arti kata malu-malu. Aku ingin kamu saja yang bermanja di bawah gemerlap senja. Namun, aku sudah cukup mengerti apa yang kamu sebut pergi, hanya saja kamu perlu ingat satu hal; kelak kamu akan mengerti siapa yang mencintaimu tanpa henti. Berpindah dari rumah ke rumah memang membuat lelah. Terlebih ketika seseorang yang baru hadir pergi meninggalkan getir. Meski begitu ada jalan yang harus kita tempuh agar yang rapuh kembali sembuh Baskara, hatinya sudah cukup lelah untuk menjelajah. Tak pernah ia temukan pelabuhan ternyaman untuk dirinya singgah walau hanya semalaman. Ia pandir, tak dapat berpikir ketika sudah membahas soal takdir. Ya, hatinya sering kali patah berkeping-keping, terombang-ambing. Di tengah hirup pikuk jiwa yang sudah takluk, Baskara bertemu dengan gadis yang membara. Berbeda sekali dengan pribadi Baskara yang cenderung biasa saja. Hal itu sangat mengganggu Baskara yang menjunjung ketenangan. Namun, hal itu juga lah yang membuat ia berbeda di mata Baskara. Berkat kegemarannya dalam dunia sastra, ia cukup terkenal di seluruh pelosok sekolah. Walaupun, yang terkenal hanya nama penanya saja "Matahari" dan tidak disangka-sangka sosok wanita pengagum senja itu mengetahui sosok di balik "Matahari" tersebut. Wulan namanya. Sebenarnya di balik keceriaannya, terdapat luka di dalamnya. Bagaimana bisa wanita seramah itu bisa terluka separah itu? Dari rasa penasaran Wulan terhadap "Matahari", mereka semakin dekat. Tapi bukan cinta namanya jika mulus-mulus saja. Banyak konflik yang mereka alami. Lantas, apakah kita tetap harus mencinta walau hanya berakhir derita?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • TRAUMA
  • Restu Tuhan
  • Never Be The Same
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • CERPEN (END)
  • DILEMA CINTA [END] COMPLETED
  • MISSHELLA ✔

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines