Semesta (MRA)

Semesta (MRA)

  • WpView
    Reads 36,732
  • WpVote
    Votes 2,737
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 3, 2021
Diba merupakan seorang gadis yang sangat dingin terhadap siapapun. Selain dingin ia juga memiliki sikap yang kasar dan sangat tegas dalam sesuatu hal. Sifatnya berubah 180 derajat ketika mengenal seorang Rian Ardianto. Seseorang atlet bulu tangkis kelas dunia. "Dib ngapa lu nangis? Ada yang sakit. Kalo sakit kita ke rumah sakit aja yak?" tanya Ginting dengan nada yang sangat khawatir. "Ha? Engga gue gak nangis cuma kelilipan doang ini mah. Gue gak papa Ka, gue dah biasa sakit luar dalem ahahaha," elak Diba sambil tertawa hambar. "Terkadang orang itu menyembunyikan kesedihannya di depan orang lain. Dan bahkan dia bisa menunjukkan ke depan orang banyak dia gak papa namun hatinya rapuh. Setiap manusia hidup bersosialisasi dan gak semua manusia bisa berbagi rasa sakit sebenernya. Tapi jika memendam rasa sakit sendirian tanpa mau berbagi ke orang terdekat itu juga salah. Sama aja ngejeburin diri ke lautan lepas," ucap Rian. (Completed) #1 Fajar #1 Badminton #3 Atlet #1 Agnes #4 Rian Ardianto #1 Pelatnas #1 Rian
All Rights Reserved
#33
atlet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepersen Cinta || Rian Ardianto
  • Kisah Kemarin (Rian Ardianto)
  • TIME
  • my human diary || Rian Ardianto
  • Amethyst
  • Secret Love || Kevin Sanjaya (Cerita Tidak Dilanjutkan)
  • Suppose - Kevin Sanjaya [END]
  • My boyfriend is athlete
  • My (Ex)Boyfriend [Rian Ardianto]

" 99 persen gue yakin Lo ngga akan bisa bikin gue jatuh cinta Rian Ardianto " " Setidaknya gue masih punya 1 persen " " Satu persen ngga akan menang lawan 99 persen " " Dan 99 persen ngga akan jadi seratus kalau ngga ada satu persen " Segala pesona dari pebulutangkis muda bernama Rian Ardianto tidak akan pernah membuatku takluk padanya. Rasa benciku terhadapnya sudah mencapai batas maksimal. Jangankan untuk jatuh cinta, dekat dengan dia saja aku tak Sudi. Bagaimanapun apa yang sudah dia dan teman-temannya lakukan terhadapku itu menorehkan luka berkepanjangan. Tapi ya aku hanya wanita bodoh yang kini terjebak dengan pertaruhan bodoh yang seolah memaksaku untuk tetap dekat dengan pria menyebalkan bernama Rian Ardianto itu. Pertaruhan yang ku sepakati dengan Rian yang mungkin akan merubah hidupku atau hanya sekedar pertaruhan tak berguna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines