Melody Jingga [SLOW UP]

Melody Jingga [SLOW UP]

  • WpView
    LETTURE 444
  • WpVote
    Voti 50
  • WpPart
    Parti 9
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, giu 13, 2020
"Kenapa namamu Melody Senja?" "Karena ayahku menyukai nada dan langit senja." "Berarti ayahmu menyukaiku." "Mungkin. Lalu, kenapa namamu Langit Jingga?" "Mamaku menyukai semua yang berwarna jingga, termasuk senja." "Kalau kamu sukanya apa?" "Aku sukanya Melody." ... Melody dan Jingga, dua manusia yang dipertemukan oleh nada. Siapa sangka, nada-nada yang dilantunkan oleh dua manusia penyuka musik itu, berhasil menguak berbagai kebenaran dari cerita di masa lampau. Cerita yang ditulis oleh mereka namun terlupakan oleh suatu kejadian. Sebuah lagu itulah yang membantu mereka untuk membuka selembar kisah yang pernah mereka tulis bersama.
Tutti i diritti riservati
#114
melody
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Terikat Cinta
  • SENJA KU SENJA MU
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • My Childish Boyfriend🖤
  • Belenggu Obsesi Langit
  • Heartbeat
  • Coretan Senja
  • The Rhythm Of Us
  • Hurts So Good (Fast Update)

Karena ingin menebus rasa bersalah yang amat besar pada istri kakaknya, Senja harus terikat perjanjian yang di buat oleh Larissa, istri Langit. Dengan mengandung bayi dari kakak angkatnya, Senja harus kehilangan semua yang ada dalam hidupnya. Termasuk kehilangan kepercayaan orang-orang di sekitarnya. Tanpa di ketahui oleh Langit, Larissa yang di nyatakan tidak bisa mengandung, memaksa Senja untuk menjadi ibu pengganti bagi calon bayinya. Awalnya, semua berjalan sesuai rencana. Tapi, ternyata... Senja di paksa harus merelakan bayi dalam kandungannya saat Larissa di nyatakan hamil. Sanggupkah Senja merelakan bayinya, setelah orang-orang membencinya serta kehilangan orang yang di cintainya? Haruskah Senja menjadi penjahat untuk anaknya sendiri? Terlebih, Langit begitu membenci dirinya atas ketidaktahuan pria itu! Langit tidak perlu tahu betapa besar perasaan Senja terhadap pria itu. Seperti Senja di sore hari, meski hanya sebentar-bukankah biasnya yang indah kerap menghiasi Langit? Meski ia harus rela di telan kegelapan malam, bukankah keindahan Senja pernah membias cakrawala. Meski sebentar, Langit selalu menjadi tujuan Senja. Begitupun cinta Senja untuk pria itu.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti