We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
vapidity

vapidity

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"aku bukan dia, apa yang kau suka dari nya?" "Ia manja, suka menuntut, tapi entah mengapa aku suka" "Apa aku harus seperti itu?" "Apa kau bisa?" Dia bukan wanita kuat,apalagi jika sudah membahas masalah hati.lebih baik tetap mencintai oppa-oppanya daripada mencintai yang nyata dan disakiti.tapi semua yang terjadi menempanya untuk menjadi lebih tangguh dan mengajarkannya makna mengalah. Bukan serakah,tapi melepaskan salah satu dari mereka tidaklah mudah. ✓✓✓✓✓ Hanya sebuah cerita klise yang membutuhkan otak untuk menulisnya
(CC) Attrib. NonComm. ShareAlike
#782
fangirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • The Choice
  • DIAM
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • I Love You But I Hate You
  • •LOVE MISTAKE• Heesun✓
  • SYAKILA
  • Resital Sunyi (End)
  • Arvin Arsen : Friend or Foe ? [OhmNon]

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines