EMPTY
  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 14, 2020
Kosong... Hampa... Hanya itu yang di rasakannya di dalam ruangan putih ini, tangannya sibuk menghias dinding dinding putih rumah sakit itu dengan coretan tangan mungil nya. Kosong... Hampa... Rasanya 2 kata itu belum cukup untuk menggambarkan kekosongan di hati, di hidup, dan di matanya. "Adelyn, maaf. Gue terlambat" ~Dafa Alexander INFO! Dalam cerita gue ini kalian nggk akan nemuin yang namanya romance!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Derena
  • Side Chick ✅️
  • Thanks for all
  • Halayacrep
  • Hopeless
  • Tenggelam Dalam Dasar [END]
  • SOLITUDES
  • Berlutut atau Memohon ? : Lakukan Keduanya
  • Rayhan dirgantara [End]
  • Where's Home
Derena

Kendati hatinya penuh dengan luka, senyumnya tetap mengembang Kendati lara meliputi hatinya, tawa masih dia suarakan dengan lantang Kendati lelah menguasai tubuhnya, kakinya masih bergerak dengan lincah Namun sekuat apapun seseorang, pada akhirnya ada masa di mana sosok Nathaniel Adipta memilih untuk menyerah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines