EMPTY
  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 14, 2020
Kosong... Hampa... Hanya itu yang di rasakannya di dalam ruangan putih ini, tangannya sibuk menghias dinding dinding putih rumah sakit itu dengan coretan tangan mungil nya. Kosong... Hampa... Rasanya 2 kata itu belum cukup untuk menggambarkan kekosongan di hati, di hidup, dan di matanya. "Adelyn, maaf. Gue terlambat" ~Dafa Alexander INFO! Dalam cerita gue ini kalian nggk akan nemuin yang namanya romance!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Where's Home
  • Hopeless
  • Derena
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Berlutut atau Memohon ? : Lakukan Keduanya
  • Bad Wedding ( Lengkap Dreame )
  • Tenggelam Dalam Dasar [END]
  • With You? [TERBIT]
  • Diary Zofanya
  • Empty (End?)

"Gue punya 1 janji sama bokap gue" ujar zayn "Apa?" "gue gabakal nikah/menjalin hubungan lebih dari teman dengan siapapun" ucapan zayn kali ini bener-benar membuat harapan sena untuk menjadi pendamping zayn hancur. "Kenapa?" "Karena kenapa kita susah payah menjalin hubungan kalo ujing-ujungnya bakal pisah" "Itu tergantung sama diri lo sendiri" "Kalo lo suka sama cewe juga bakal nikah" "Gak mungkin" "Kalo tiba-tiba lo marriage by acciden gimanaa?" "Maksud lo gue buntingin anak orang gitu?" "Iyaa siapa tau kan" "Ehhh satu-satunya anak orang yang bakal gue buntingin karena gasengaja itu cuman lo" "Dihhh pd bangettt najiss loo!!!" "Iya lahhh secara kalo gue kobam sampe gasadar aja yang nolongin pasti lo" "Nahh bayangin aja kalo gue lagi nafsu pas kobam terus lo dateng, wihhh jadi sasaran empuk dehh lo" "Apaan sihh ngomong tuh yang jelas-jelas ajaa!!!!" "Emang ini kurang jelas?" "Anehhhhh"

More details
WpActionLinkContent Guidelines