SALAHKAH MENCINTAI? [TAMAT]

SALAHKAH MENCINTAI? [TAMAT]

  • WpView
    Reads 4,633
  • WpVote
    Votes 2,740
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2022
[FOLLOW SEBELUM BACA] Ayla cassandra putri adalah perempuan yang cantik, pintar, dan juga ramah ia menyukai pria dari ia menduduki kls 10 hingga kls 12 tetapi pria itu tidak mengetahuinya. ______ "Lu mau ngapain ngajak Gue kesini?" tanya Ayla to the point, Saat mereka sudah duduk. "Gue cuma mau... " Dhevan menggantungkan perkataannya, mungkin ia akan mencari alasan yang baik. "Mau apa?" tanya Ayla dengan ekspresi wajah penasarannya. "Jadi..." Penasarankan huhu... Ayuk dibaca gayss:) Warning : Cerita ini masih aku revisi, soalnya dalam penulisan masih ada kesalahan. Jika kalian tidak nyaman mohon maaf. Sebagian part udah aku benerin. Happy reading:)
All Rights Reserved
#30
ayla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • ALESYA (END)
  • Sororis Zone (Zeedel)
  • ALORA [Tahap Revisi]
  • ATHABEL (ON GOING )
  • Stolen Before Fallen
  • ALYA
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines