Dear Ananda

Dear Ananda

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya Ananda Demira Putri, atau teman-temannya akrab memanggil Mira. Tapi bagiku, dia adalah Ananda. Aku mengenalnya sejak ia lahir di bumi. Ibunya yang akrab ku panggil tante Flora adalah sahabat baik Ibu ku. Saat Ananda lahir ia sangat menggemaskan. Aku yang saat itu sudah menggunakan seragam putih biru jatuh cinta terhadap bayi mungil itu. Entah lah, mungkin awalnya hanya perasaan sayang, karena aku begitu mendamba seorang adik perempuan. Entah sejak kapan aku jatuh cinta kepadanya. Jelas aku mencintai Ananda sepanjang usia ku. Apapun aku lakukan untuknya, bahkan merelakan nyawaku untuknya pun aku siap melakukan. "Aku cinta kamu, meskipun kamu selalu menolak keberadaan ku dan menyangkal semuanya," bisik ku "aku tau ini sulit bagimu, menerima kenyataan bahwa aku lelaki cacat ini adalah suami mu." Sambungku mengelus pipinya pelan. "Maaf kan aku mas..." lirihnya, aku masih bisa jelas mendengar. Ananda andai kamu tau, tanpa kamu meminta maaf aku sudah memaafkan mu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Merried with Duda
  • Bucin Part 1 (Sudah Open Pre-Order)
  • Dia nyata
  • Cinta Halalku (Alisyia_Alka) [Revisi]
  • DOUBLE DATE - Terbit
  • TOUCHED (End)
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • SASHI
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )

Alza tak pernah menyangka pekerjaannya sebagai guru les privat akan mengubah hidupnya. la ditugaskan mengajar anak dari seorang kapten duda yang dikenal dingin dan tertutup sejak kepergian istrinya. Awalnya, semua terasa biasa. Namun, setiap pertemuan membawa kehangatan baru. Senyum polos anak kecil itu, tatapan dalam sang kapten, hingga percakapan sederhana di teras rumah perlahan menumbuhkan rasa yang tak terelakkan. Kapten itu sempat ragu-apakah ia pantas mencintai lagi? Sementara Alza takut dianggap hanya mengisi kekosongan. Namun, sebuah kalimat polos sang anak membuat segalanya jelas: "Ayah, rumah kita lebih bahagia kalau Kak Alza ada." Dari sanalah cinta kedua sang kapten lahir. Sebuah kisah tentang kesempatan baru, keberanian membuka hati, dan pernikahan yang menyatukan luka dengan cinta tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines