Story cover for Dear Ananda by ariethacecilia
Dear Ananda
  • WpView
    LETTURE 22
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 2
  • WpView
    LETTURE 22
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 2
In corso, pubblicata il apr 13, 2020
Namanya Ananda Demira Putri, atau teman-temannya akrab memanggil Mira. Tapi bagiku, dia adalah Ananda. Aku mengenalnya sejak ia lahir di bumi. Ibunya yang akrab ku panggil tante Flora adalah sahabat baik Ibu ku. Saat Ananda lahir ia sangat menggemaskan. Aku yang saat itu sudah menggunakan seragam putih biru jatuh cinta terhadap bayi mungil itu. Entah lah, mungkin awalnya hanya perasaan sayang, karena aku begitu mendamba seorang adik perempuan. Entah sejak kapan aku jatuh cinta kepadanya. Jelas aku mencintai Ananda sepanjang usia ku. Apapun aku lakukan untuknya, bahkan merelakan nyawaku untuknya pun aku siap melakukan. 

"Aku cinta kamu, meskipun kamu selalu menolak keberadaan ku dan menyangkal semuanya," bisik ku "aku tau ini sulit bagimu, menerima kenyataan bahwa aku lelaki cacat ini adalah suami mu." Sambungku mengelus pipinya pelan.

"Maaf kan aku mas..." lirihnya, aku masih bisa jelas mendengar. 

Ananda andai kamu tau, tanpa kamu meminta maaf aku sudah memaafkan mu.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Dear Ananda alla tua libreria e ricevere aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
Cinta Halalku (Alisyia_Alka) [Revisi] cover
Air Mata Cinta Di Teras Syurga ( SELESAI ) cover
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
DOUBLE DATE - Terbit cover
Imamku Berondong cover
kenapa harus kapten basket yang jadi suamiku cover
KETIKA MANDA KETEMU WANDA  cover
TOUCHED (End) cover
Pilau Cinta Ayunda (Completed✓) cover

Cinta Halalku (Alisyia_Alka) [Revisi]

27 parti Completa

Netra itu, adalah netra yang selalu aku rindukan, dibalik netra bundar itu selalu ada kebahagiaan dan kecerian yang menenangkan dan meneduhkan disaat yang bersamaan, akhlak mu turut menjadi sesuatu yang amat kurindukan, kasih sayang dan cinta yang kau berikan padaku itu tak akan dapat ada yang menggantikan Penyesalan yang pernah kau rasakan saat dengan tak sengaja kau meninggikan suara mu dihadapanku, saat aku tengah tersulut emosi dan menumpahkannya padamu, yang bisa kau lakukan hanya diam dengan air mata yang mengalir dikedua pipi saat disepertiga malam mu, kau hanya mengadukan semuanya padaNya, dan kau tau, itu yang membuatku mencintaimu "ana uhibbuki fillah ya zaujati" Syia membuka matanya "ahabbakalladzi ahbabtanillah ya zauji" kini ia menatap mata Syia dalam, ia yakin ia akan sangat merindukan netra bundar milik istrinya "Kau adalah Kekasih dan Cinta Halalku" ucapnya, sebelum perlahan mendekat dan mencium kening Syia, menyalurkan rasa kasih sayang dan cinta yang tulus untuknya.