Give Me Some Happiness, Please!

Give Me Some Happiness, Please!

  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 15, 2020
Sepi. Itu adalah temanku. Aku tak peduli dengan asumsi orang yang mengatakan aku gila karena berteman dengan rasa sepi. Karena hidupku bukan dari uang mereka. Egois? Tidak. Ini cara melindungi diri dari rasa sakit. Keluarga? Entahlah aku tak tau pasti. Bangun dengan menatap kesibukan dan tidur dengan membawa beban kesedihan. Jangan bilang aku berlebihan, karena ini yang aku alami. Ayah dan bunda selalu bilang bahwa aku akan menjadi dewasa dan merasakan semua kegiatan melelahkan. Maka aku lakukan, dengan sepi tentunya. Kadang aku berbicara dengan sepi, kadang pula aku menangis ditemani sepi. Sepi, berikan aku malaikat. Bukan untuk sesaat, namun sampai akhir hayat. Sepi, aku ingin seseorang menggantikanmu, di hidupku. Tolong.
Todos los derechos reservados
#218
familystory
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Embun Purnama [Un-Publish]
  • Hopeless
  • Ilusi
  • CATUR [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Let Me Love You Longer
  • Rintik Hujan
  • Kanaya Safira_
  • about us and him ✔️
  • Petrichor

[Lom revisi^^] [TAMAT] Aku tidak tahu apakah tempatku benar-benar di sini. Tak seorang pun yang bisa ku ajak bicara. Tak seorang pun yang mau mendengarkan ceritaku. Memiliki sahabat satu-satunya yang bisa mendengarkan segala kelu kesahku, malah pergi meninggalkanku sendirian dalam sunyi, larut dalam kesepian untuk waktu yang lama. Aku butuh teman cerita, aku butuh seorang pendengar, aku butuh kasih sayang dan cinta. Ya, aku gadis yang rakus, aku butuh perhatian lebih, aku ingin dihargai selayaknya manusia. Terkadang, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Tapi, tak seorang pun yang menghargainya. Ini membuatku sakit. Namun, aku bersyukur terhadap suatu hal. Ketika seseorang meninggal, maka akan dikubur sendirian tanpa teman. Setiap orang pasti akan merasakan yang namanya 'sepi.' Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Dan aku, sudah membiasakannya dari sekarang. Jika boleh meminta, aku ingin mati secepatnya. Aku lelah, kenapa aku tetap hidup sementara tidak ada yang menganggapku. Aku juga seorang manusia yang ingin dihargai. Aku juga seorang anak yang butuh kasih sayang. Dan aku juga seorang perempuan yang butuh cinta dari seorang laki-laki. Hidup sebagai tokoh figuran, jika hilang pun tak akan dicari. Semenyedihkan itu memang. Tapi, aku tetap bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk hidup. Setidaknya, aku bisa menulis novel ini walau hanya untuk diriku sendiri. ~Embun Purnama~ Mulai: 2022 Selesai: 2022

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido