Delha n Anggara

Delha n Anggara

  • WpView
    Reads 325
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta itu memang satu rasa yang sulit didefinisikan, sulit diprediksikan, dan sulit pula untuk diterka. Seperti layaknya manusia normal lainnya, kini aku terjebak dengan sebuah perasaan yang kian hari kian menggerogoti dadaku hingga terasa sesak. Rasa yang tak pernah bisa kuungkapkan dengan kata-kata kepadamu, seseorang yang telah membuatku terperangkap dengan rasa ini. Adakah jalan bagiku untuk mempertemukan rasa ini denganmu? Kuharap tak hanya sebatas harapan. Hingga kini aku hanya bisa memendam perasaan ini, ditemani berbagai warna-warni rasa rindu yang terus hadir menghampiriku. Akankah kau juga merasakan rasa yang sama denganku? Kuharap kaupun rasa. Rasanya tidak adil saja bila hanya aku saja yang merasakan ini semua, mengagumi, jatuh,dan mencinta sendirian. Namun, aku sadar, beginilah resiko dari mencintai dalam diam. Aku hanya perlu menunggu, bila mana waktunya telah tiba untukku menggenggammu atau mungkin melepasmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOO MUCH (Tamat)
  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • You're Here, But Not For Me
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • jangan percaya seseorang
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪

Why aku harus menjalani rentetan kesialan? Tidak bisakah aku sekadar bernapas tanpa perlu mencemaskan apa pun? Mengapa aku harus melanjutkan hidup sebagai karakter bodoh yang faaaaake banget, sih? Orang lain pasti mampu mengambil alih jalan cerita dan mencampai puncak kesuksesan. Namun, aku tidak begitu. Jangankan merancang rencana memperbaiki ekonomi, sekadar berusaha leher tidak kena tebas tokoh penting pun sulit! Aku bermaksud memperbaiki hubungan dengan tokoh penting. Barangkali semua masih bisa kuperbaiki sekalipun mustahil. Namun, lupakan saja! Bukannya penerimaan baik yang kuterima, justru ancaman mati konyol terpampang jelas di hadapanku. Oke, baiklah~ Aku menyerah! Selamat tinggal! Kalian, tokoh penting, ingin membenciku? Silakan saja. Bencilah diriku sepuas hati. Semua tokoh di sini sinting! Bila hidup memberiku lemon, cukup lempar lemonnya ke musuh. Beres!

More details
WpActionLinkContent Guidelines