Azka
  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2020
"Bang Azka" seorang gadis melambaikan tangannya kepada Azka Apaan si tuh bocah gak tau kalo gue lagi pusing apa. Bisiknya pelan Gadis itu berlari kecil dari kelas 10 IPS dan menghampiri Azka. "Apa?" Tanya Azka pada gadis itu gadis itu berdecak. "Ketus amat" kata Ina "Gue lagi pusing, Lo ngapain ini kan masih jam belajar?" "Ina abis dari kantin, jamkos 2jam lo ngapain jangan bilang Lo di hukum, karena gak mungkin seorang good boy kayak Lo di hukum" "Gue di hukum" "Lah kenapa?" "Ketiduran di kelas" "Masa sih" "Iya gue di suruh bikin puisi di luar kelas makanya gue kesini kali aja gue dapet Ilham" jawab nya "Ilham, nanti kalo ada guru telpon me!" Teriak Ina sambil melambaikan tangan pada Ilham teman sekelasnya yang di balas Dangan anggukan, sedangkan Azka hanya diam melihat kelakuan Ina. "Tuh Ilham lewat" sambung Ina "Lo tuh tambah bikin pusing tau nggak pergi dari sini!" Pinta Azka "Ina bantuin mau nggak? Kan kemaren bang Azka udah bantuin Ina dan Ina dapet nilai seratus sama temen-temen" Tawar Ina "Emang Lo bisa?" Tanya Azka
All Rights Reserved
#319
tengil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • ANELKA CALVARY
  • KIARILHAM【END】
  • Arsyilazka
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • DAKSA [END]
  • AKSENIO

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines