Story cover for Problem Broken by shamitaysmn
Problem Broken
  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Apr 13, 2020
Maaf cerita ini sepertinya ga bisa aku lanjutin reader:"). Im very" sad kalau menceritakan kisah ini kembali karna ini cerita aku buat asli kisahku dan aku minta maaf sekali cerita ngegantung. Mungkin cukup segitu aja aku buat ceritanya.

Thanks reader yg uda baca, lopyu:")

Anak seusia dini sudah merasakan keributan dan pecahnya keluarga dgn jelas.

"Pah maa, dara capek dengerin kalian tukaran terus"

Dara sering mendengar kisah keluarga temanya yg sudh tidak humoris lagi tp knp malah dara juga merasakan itu? Dara hanya minta keadilan untuk kebahagiaanya yg telah hilang direnggup masa kelam.

"Dara janji, cukup dara yg tau dan merasakan pecahnya keluarga tp adek adek dara jngn sampai kena imbas dari keegoisan kalian pah ma!"









Hanya cerita seorang perempuan depresi:)
Semoga termotivasi dan ini cerita pertama aku gaes jadi mon maap kalok gantung 😂

Tapi sebelumnya aku minta maaf ni yaa ke kalian kalo ceritaku ini gantung, tapi beneran bakalan aku terusin kok ntar kalok kesibukanku uda kelar ok gaes:)

Cek yok sapa tau suka:*
All Rights Reserved
Sign up to add Problem Broken to your library and receive updates
or
#25fakgirl
Content Guidelines
You may also like
Raga Arga  [Sudah Terbit] by aksara_jiwa
54 parts Complete
Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.
You may also like
Slide 1 of 9
ASMARALOKA || Love or Reality?  cover
LENATHAN (hiatus) cover
Different [END] cover
Let Me Love You Longer cover
Short Stories cover
Deberìa Redirme? (End)  cover
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon cover
Raga Arga  [Sudah Terbit] cover

ASMARALOKA || Love or Reality?

18 parts Ongoing

"AKU NGGA SALAH! BUNDA SAMA KAKAK YANG SALAH! " Gadis itu berteriak histeris didepan seluruh anggota keluarganya. Dia merasa hancur sehancur-hancurnya. Hatinya bagai disayat ribuan benda tajam. "Kenapa kalian bertingkah seolah-olah aku yang sepenuhnya salah disini?! " Tak peduli dia telah bersimpuh didepan umum sekarang, yang jelas dirinya merasa dikhianati. "Tapi kamu tetap yang salah besar disini, diwaktu saat itu dengan pakaian seperti itu. " Netra gadis itu memerah padam, dia tidak terima dengan perkataan kakaknya. "Kalau ngga tau apa-apa ngga usah sok ngatain orang ... " Dia tidak salah, tetapi diperlakukan seolah yang paling bersalah. Dia tidak jahat, tapi dibuat terlihat yang paling dusta. Dia tidak kotor ... Tetapi telah dikotori oleh orang terkasihnya.