MARSHA (TAMAT)

MARSHA (TAMAT)

  • WpView
    LECTURES 348
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Chapitres 12
WpMetadataReadEn cours d'écriture3 h 24 min
WpMetadataNoticeDernière publication lun., avr. 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini menceritakan tentang pengalaman hidup seorang gadis yang menjabat sebagai ketua osis di SMA yang merupakan salah satu sekolah di jakarta. Dia menceritakan tentang pengalaman nya selama dia sekolah dan tentang lingkungan di sekitar nya. Dia juga menceritakan tentang kisah keluarganya yang dulu pernah jatuh bangun dalam menjalani kehidupan di dunia ini, dia menceritakan tentang ayah dan ibunya adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup nya. Selain itu dia juga memiliki dua sahabat yang baik dan selalu memberikan support terhadapnya. Dia juga menceritakan tentang cinta pertamanya yang jatuh kepada seorang guru magang yang berusia 20 tahun di sekolah nya. Dan tanpa di sadari guru tersebut juga menyimpan perasaan yang sama terhadapnya namun banyak perjuangan yang harus mereka lakukan.
Tous Droits Réservés
#8
pisah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ALDYAKSA (SELESAI)
  • Sampai Menutup Mata
  • Seteguh Kasih Kita (C)
  • Kacamata Hitam Si Jomblo
  • snow princess in future
  • BUKIT LALANG
  • Selagi Bernama Kita
  • Shinjitsu No Koi
  • Putar Arah
  • DUDAKU ATAU SUAMIKU (E-BOOK)C

Seperti rinaian hujan yang jatuh tanpa diketahui, begitupun takdir. Entah ini lelucon ataupun sudah ketentuan kehidupan, Alsava Kanaya hanya ingin mengetahui keganjalan yang dialami. SMA DWIRAMA mempertemukannya dengan sosok lain. Lalu, keganjalan itu menyeruak perlahan. Kebahagiaan atau kesengsaraan tanpa batas yang akan didapatkannya? "Kalau Lo mencari tahu dimana kebahagiaan itu hinggap, maka jawabannya adalah hati." "Banyak orang diluar sana menjadikan senyum sebagai rekayasa. Sekarang untuk percaya orang itu bahagia atau tidak, kita harus lebih mengenalnya." Ketika senyum dipertanyakan dan air mata diabaikan, takdir yang abstrak membuat terpaksa menjalani sampai napas terakhir.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu