Come Back

Come Back

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2020
. PERGILAH WAHAI PARA PLAGIATOR 😣🚀 !!! . . Aida Amalia Az-Zahra merupakan anak dari pasangan Davi (warga negara Inggris) dan Alishba Jannah (Indonesia). Namun, kesalah pahaman yang terjadi antara kedua pasangan ini membuatnya hidup dengan status "Anak Broken Home!". Hal itu tentu membuat hidupnya penuh dengan siksaan dan cobaan sehingga ia memilih jalan yang salah. . . Suatu hari, datang seorang lelaki yang tampan dan baik datang ke sekolah Aida sebagai siswa baru. Ia berkata, "Gua.. Adalah sahabat lo sejak kecil Da. Jadi, berubahlah." . DEG!! Aida diam seketika . Namun, Aida kembali menyadarkan dirinya agar tak berpengaruh dengan perkataan lelaki itu. . . "Hah! Bodoh rasanya gue percaya dengan lelaki yang nggak dikenal. Dasar lelaki bodoh!" -Aida Amalia Az-Zahra- . Bagaimana dengan kisah selanjutnya??😕 Akankah ada kisah cinta?? Atau sebaliknya??😶 Mampir ke ceritaku dulu yuk!! . . . 💌DON'T COPY MY STORY!
All Rights Reserved
#35
takut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • My Lecturer Is My Husband?✅
  • Tiada Cinta Di SMK [END] | SUDAH REVISI
  • Di Balik Mimbar Masjid (END)
  • KISAH KAU DAN AKU
  • Perfect My Husband (end)
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • HADIAH DARI LANGIT [END]

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines