Please! Love me

Please! Love me

  • WpView
    Odsłon 4
  • WpVote
    Głosy 1
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadDla dorosłychW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., lip 21, 2020
Warning !!! 18++ harap bijak dalam membaca !!!! "Kumohon bebaskan saudariku,lepaskan dia!" ucap wanita itu dengan nafas terengah engah. "Lepaskan? Lalu apa jaminannya,aku tdak akan melepaskannya jika tidak ada jaminannya. Kau tau apa kesalahan yang telah keluarganya perbuat padaku" tutur pria dinging itu dengan amarah yang ditahan. "Apapun itu,kumohon lepaskan dia,dia sedang hamil. baiklah sebagai gantinya, aku yang akan mengantikan dia,untuk menjadi objek pembalasanmu" teriak wanita tersebut dengan amarah yang menggebu. "Penawaran yang baik nona, tapi sayangnya aku tidak berminat dengan tawaran itu" dengan wajah smirknya serta dengan dengusan kasar "baiklah begini saja, aku akan membebaskannya, tapi kau harus melayaniku sampai aku mengatakan aku bosan, dengar nona MELAYANIKU, kau mengerti maksudku bukan?" ucapnya dengan nada mengancam. wanita itu terdiam. lalu berucap "baiklah terserah,yang penting bebaskan saudariku" dengan serigainya pria itu berucap dengan "kau bermain dengan orang yang salah". . . . Alexander Adam tidak tau bahwa hal tersebut akan mengubah segalanya,akankah dia bias membalakaskan dendamnya?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • EPIPHANY
  • Psychopat [SELESAI]
  • GIBRAN [TAMAT]✓
  • Stay (Away)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Empress Love
  • Don't you miss me?
  • Step Backward
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Horibble Woman (END)
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści