KEMBARA
  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 18, 2020
Akan tetapi, ada yang lebih menakjubkan. Meski telanjang, beberapa kelompok dari mereka memilih setia. Ya, meski dalam satu kelompok terdiri dari beberapa keluarga..mereka tetap berhubungan dengan pasangannya masing-masing. Mereka hidup berkelompok dengan mudah. Berkeluarga tanpa bahasa, berburu dan makan bersama. Ah, korsa..zaman bodoh yang indah. Lalu, di masa yang kuduga manusia mulai tahu 'apa itu berfikir?'. Yang terjadi...... ...***... Terdiri dari berbagai prosa romantika hidup. Mulai dari keluarga, sahabat, kekasih, maupun sosial. #Happy Enjoying, readers!!
All Rights Reserved
#337
original
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANTA [COMPLETED]
  • INDONESIA MEMBACA
  • Kumpulan Cermin
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • CERPEN
  • GRIZLEN {On Going}
  • CLAUSTRUM || End✓
  • Dear Renjana ✓
  • Aksara Bercerita
  • Savero Archandra || Haechan || END

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines