Sesaat (Adriel & Adrianne)

Sesaat (Adriel & Adrianne)

  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 13, 2020
"siapa?!" "Adriel." Dymitri menundukan kepalanya kebawah. Membuatku terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia katakan. _______________________ Aku seorang lelaki yang menginginkan kehidupan seperti yang lainnya. Ingin merasakan kebahagiaan tanpa adanya kesedihan dan rasa sakit. Ingin merasakan kasih sayang bukan ditinggalkan. Akankah harapan itu datang kepadaku? jika tidak, mungkin inilah takdirku, meninggal dengan rasa kekecewaan yang sangat mendalam. Izinkan aku mencintaimu meski hanya 'sesaat' Kisah ini akan menceritakan tentang perjuangan, tekad yang kuat, kasih sayang, rasa sakit dan penyesalan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Shadow That Fades
  • Flora [Complete]
  • Bulan Retak di Langit Senja
  • ANTARA KITA
  • Will I And You Become Us
  • The Secret My Boyfriend
  • If I Could TURN BACK Time [Flora - Dicko]
  • Pilih Aku Atau Mereka Christy (chrisflo)

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido