Sesaat (Adriel & Adrianne)

Sesaat (Adriel & Adrianne)

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2020
"siapa?!" "Adriel." Dymitri menundukan kepalanya kebawah. Membuatku terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia katakan. _______________________ Aku seorang lelaki yang menginginkan kehidupan seperti yang lainnya. Ingin merasakan kebahagiaan tanpa adanya kesedihan dan rasa sakit. Ingin merasakan kasih sayang bukan ditinggalkan. Akankah harapan itu datang kepadaku? jika tidak, mungkin inilah takdirku, meninggal dengan rasa kekecewaan yang sangat mendalam. Izinkan aku mencintaimu meski hanya 'sesaat' Kisah ini akan menceritakan tentang perjuangan, tekad yang kuat, kasih sayang, rasa sakit dan penyesalan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA KITA
  • INFINITY
  • Will I And You Become Us
  • The Secret My Boyfriend
  • Together with The Sundown
  • Isi Kepala
  • 💞Takdir Cinta💞
  • Firts love

"Antara Kita" Cinta bisa menyembuhkan. Tapi cinta juga bisa jadi luka yang tak pernah sembuh. Alea, gadis SMA yang tengah mencari dirinya sendiri, jatuh hati pada Angkasa-lelaki dewasa yang penuh ketenangan, namun menyimpan luka lama. Hubungan mereka bukan sekadar tentang tawa dan pelukan manis. Ini tentang pertumbuhan, kesalahan, pengampunan... dan kehilangan. Di antara pelukan yang tak selalu ada, kata-kata yang sering terlambat diucapkan, dan masa lalu yang membekas, mereka belajar bahwa mencintai seseorang tak selalu berarti bisa bersamanya. Ketika kepercayaan diuji, ketika orang-orang di sekitar mulai masuk dan merubah cerita, dan ketika rasa sayang tak lagi cukup untuk menahan retakan... masih adakah "kita" di antara mereka? "Antara Kita" bukan sekadar kisah cinta dua insan, tapi tentang perjalanan menjadi dewasa, tentang ibu yang terlalu keras mencinta, tentang teman yang memendam perasaan, dan tentang harapan yang terus menyala meski nyaris padam. Karena terkadang, yang paling kita perjuangkan, bukan untuk memiliki... tapi untuk memahami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines